ANALISIS AKSESIBILITAS MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM DALAM WILAYAH KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA

La Ode Musa Rachmat

Abstract


Abstract

As area which its society as the big farm, Regency of South Konawe require the mode transportation to distribute the agricultural produce everyday mobility and of good resident in town and also outside town. The aim of this research are to know the performance of public transportation service in Regency of South Konawe and know the route owning low accessibility. Assessment mount accessibility of public transportation pursuant to responder transportation journey analyzed with the statistical approach through by Likert theory. The lowered load factor is route terminal Baruga-Palangga (33%), the lowered time of circulation are at route terminal Baruga-Ambaipua that is equal to 80.5 minutes. Time between vehicle equal to 59.28 - 60.34 minutes, sum up the available vehicle show that mean sum up the passenger to 1 vehicle is 2 people/vehicle per hour. The lowered speed is route terminal Baruga-Ambaipua (22 km/hour), the lowered accessibility public transportation in regency of South Konawe is route terminal Baruga-Punggaluku with the storey level accessibility equal to 1.221 km/km2. Pursuant to field perception, accessibility of public transportation in regency of South Konawe also very influenced by condition and alignment walke, where still a lot of holey street and alignment walke in the form of mountain and crooked.

 

Keywords: Accessibility, Passenger, Public Transportation, Route.

 

Abstrak

Sebagai area yang masyarakatnya memiliki mayoritas pekerjaan di bidang pertanian, Kabupaten Konawe Selatan membutuhkan suatu moda transportasi untuk mendistribusikan hasil pertaniannya setiap hari baik dalam kota maupun luar kota. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis performa dari pelayanan transportasi umum di Kabupaten Konawe Selatan serta mengetahui tingkat aksesibilitas angkutan umumnya. Analisis terkait aksesibilitas transportasi umum ditujukan pada responder dengan menggunakan analisis statistika menggunakan teori Likert. Diketahui bahwa faktor beban terendah berada pada rute terminal Baruga – Palangga (33%), waktu sirkulasi terendah adalah pada rute terminal Baruga – Ambaipua dengan kisaran waktu 80,5 menit. Waktu antar-kendaraan berkisar antara 59,28 hingga 60,34 menit. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan kendaraan dapat meningkatkan kemampuan penumpang bermobilitas yaitu 2 penumpang/kendaraan/jam. Kecepatan terendah ditunjukkan pada rute terminal Baruga - Ambaipua   (22 km/jam), aksesibilitas transportasi umum (Kabupaten Konawe Selatan) yang terendah adalah pada rute terminal Baruga – Punggaluku dengan tingkat aksesibilitas sebesar 1,221 km/km2. Berdasarkan pengamatan lapangan, aksesibilitas transportasi umum di Kabupaten Konawe Selatan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi dan keselarasan jalan, di mana masih banyak jalan berlubang dan keselarasan lahan dalam bentuk pegunungan dan berkelok-kelok.

 

Kata Kunci: Aksesibilitas, Penumpang, Transportasi Umum, Rute Jalan

Full Text:

PDF

Refbacks



Copyright (c) 2019 STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil



Editor's Address:

Civil Engineering Department of Halu Oleo University,
Engineering Faculty Building 1st Floor,
H. E. A. Mokodompit Street, Bumi Tridharma Green Campus, Halu Oleo University

Telp. (0401) 3194347
Fax. (0401) 3198283
Website : http://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/index
Email stabilita_jtsuho@uho.ac.id