ANALISA KESTABILAN DASAR SUNGAI WANGGU BERDASARKAN NILAI PARAMETER SHIELD

Wayan Mustika, Umran Sarita

Abstract


Sungai Wanggu merupakan salah satu sungai terpanjang di kota Kendari. Karena adanya aliran
air yang mengalir terus menerus maka timbullah gerusan-gerusan yang terjadi disepanjang sungai
tersebut. Sedimen hasil dari gerusan tersebut nantinya akan terangkut oleh arus air dan mengendap
dibagian hilir sungai. Pembangunan konstruksi jembatan Wanggu VII dapat menimbulkan terjadinya
gerusan lokal disekitar bangunan sehingga mengakibatkan penurunan dasar sungai ataupun
sedimentasi. Dengan melakukan analisis pengaruh tegangan geser terhadap sedimen maka dapat
diketahui kondisi dasar sungai pada penampang melintang sungai Wanggu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara debit aliran sungai dengan debit
sedimen, dan mengetahui kondisi dasar sungai akibat dari adanya bangunan yang melintang alur sungai
sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut untuk menghindari kegagalan pada struktur
bangunan tersebut. Untuk mendapatkan dan menghitung tegangan geser dilakukan pengukuran
langsung di lapangan sehingga diperoleh data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai.
Sampel sedimen tersebut diperiksa di Laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran dan
berat jenis sedimen. Untuk memperoleh nilai tegangan geser digunakan parameter Shield.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran sungai (Q) maka debit sedimen
(𝑄
𝑏
) juga akan semakin besar. Pada seluruh segmen diperoleh nilai 𝑄
1
= 35,95 mΒ³/s, 𝑄
= 16,19 mΒ³/s
dan 𝑄
3
= 20,94 mΒ³/s, dengan nilai 𝑄
𝑏1
= 603,522 kg/s/m, 𝑄
𝑏2
= 114,932 kg/s/m, dan 𝑄
= 353,260
kg/s/m. Berdasarkan parameter Shield maka diperoleh nilai tegangan geser dasar (𝜏
) > tegangan geser
kritis (𝜏
𝑐
) pada seluruh titik segmen tinjauan. Pada setiap segmen dengan kedalaman rata-rata 𝑑
= 2,38
m, 𝑑
2
= 1,12 m, 𝑑
3
= 1,94 m, diperoleh nilai 𝜏
01
= 9,803 kg/m², 𝜏
02
= 4,631 kg/m², 𝜏
= 8,013 kg/mΒ²
sedangkan nilai 𝜏
𝑐1
= 0,00789 kg/m², 𝜏
𝑐2
= 0,00839 kg/m², 𝜏
= 0,00627 kg/mΒ². Dari nilai tersebut
dapat dilihat bahwa semakin dalam kedalaman suatu titik pada suatu segmen maka tegangan gesernya
𝑐3
akan semakin tinggi dan menimbulkan angkutan sedimen dasar paling besar. Keadaan sedimen tersebut
mengalami pergerakan sehingga kondisi dasar sungai pada seluruh segmen tinjauan menjadi tidak
stabil. Kondisi dasar sungai akan stabil jika tidak terjadi lagi proses angkutan sedimen dasar akibat
aliran yang ada.

Kata Kunci : bed load, tegangan geser, transpor sedimen


Full Text:

PDF

Refbacks



Copyright (c) 2019 STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil



Editor's Address:

Civil Engineering Department of Halu Oleo University,
Engineering Faculty BuildingΒ 1st Floor,
H. E. A. Mokodompit Street, Bumi Tridharma Green Campus, Halu Oleo University

Telp. (0401) 3194347
Fax. (0401)Β 3198283
WebsiteΒ : http://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/index
EmailΒ :Β stabilita_jtsuho@uho.ac.id