DAMPAK KONFLIK SOSIAL TERHADAP AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GUNUNG JAYA DAN DESA SAMPUABALO KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON

Rosita Rosita, Syaifudin S. Kasim, Ambo Upe

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui dampak konflik sosial terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton. (2) Untuk mengetahui upaya atau resolusi konflik yang dilakukan oleh Stakeholder di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang terjadi di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton berawal dari sekelompok pemuda Suku Cia Cia yang melakukan pawai membawa sepeda motor pada malam takbiran yang menggunakan kenalpot resing melintasi desa Gunung Jaya kemudian memainkan gas motornya hal itu membuat Pemuda dari Suku Laporo merasa terganggu dan tidak menerima lalu kemudian menegur pemuda suku CiaCia dari Desa Sampuabalo akan tetapi hal itu tidak di terima baik oleh pemuda suku CiaCia sehingga penyerangan terjadi pada keesokan harinya pada hari lebaran hal itulah yang menjadi puncak konflik antar Suku. Adapun dampak sosial konflik (a) Meningkatnya Integrasi Sosial Internal Warga Integrasi Sosial mengacu pada kondisi dimana terdapat bagian-bagian berbeda yang saling terhubung dan kemudian membentuk satu kesatuan. (b) Disharmoni Sosial Antar-warga konflik yang terjadi sangat mempengaruhi kebiasaan kedua suku tersebut karena masyarakat Desa Sampuabalo senbelum terjadinya konflik mereka melakukan aktivitas jual beli dan bersekolah sebagian besar dilakukan di Desa Gunung Jaya semua terlihat baik-baik saja. Dampak Ekonomi (a) pekerjaan Setelah konflik aktivitas masyarakat dari kedua Suku mereka merasakan kendala yang cukup besar karena tidak dapat melakukan proses bertani sebagaimana mestinya, dan (b) penghasilan masyarakat menurun karena proses jual beli terhambat. (c) Jaringan Sosial Melemah dengan adanya konflik hubungan antar kedua suku tersebut sudah tidak membaik karena tidak terjalinya lagi komunikasi yang baik, bahkan diantara mereka suda ada perasaan kesal hal itulah yang menyebabkan adanya jarak dianatara kedua desa.


Full Text:

PDF

References


Ashmarita. (2020). Street Vendors Based on Tribal Groups in Kendari City, Indonesia. Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI), 1(3), 174-181.

Moleong, Lexy. 2005. Metode Peneltian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosde Karya.

Nasikun. 1993. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Upe, Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Upe, Ambo. 2016. Metode Penelitian Sosial: Filosofi dan Desain Praktis. Kendari: Literacy Institute.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 SOCIETAL



Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License