STRATEGI ADAPTASI MEMPETAHANKAN NAFKAH DALAM MENGHADAPI MUSIM PACEKLIK PADA NELAYAN BAJO (Studi di Desa Pulau Bangko Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat)

Lisma Lisma, La Ode Monto Bauto, Aryuni Salpiana Jabar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui strategi adaptasi menjaga pendapatan dalam menghadapi musim paceklik pada nelayan bajo di Desa Pulau Bangko Kabupaten Muna Barat. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan kendala dalam menghadapi musim paceklik pada nelayan bajo di Desa Pulau Bangko Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling yaitu teknik penentuan informan, yaitu peneliti telah menetapkan responden sebagai sampel penelitiannya dengan asumsi atau menurut pendapatnya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi beradaptasi untuk mempertahankan pendapatan menghadapi musim paceklik pada nelayan Bajo. Beberapa strategi yang dilakukanya yaitu strategi, penganekaragaman adalah pendapatan, dimana para nelayan saat musim barat tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya oleh karena itu mereka berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pada musim paceklik dengan melakukan pekerjaan sampingan dengan memperdagangkan pengambil kayu dan pembudidaya rumput-rumput yang biasa di samudera memenuhi kebutuhan hidupnya saat musim itu tiba. Strategi kedua yang mereka lakukan yaitu: strategi penganekaragaman alat tangkap, dimana pada musim timur nelayan hanya menggunakan satu atau dua jenis alat tangkap saja, namun pada musim paceklik nelayan menambah jenis alat tangkap yang mereka gunakan untuk menambah hasil tangkapan. Strategi yang ketiga yaitu: merubah daerah tangkapan, dimana nelayan melakukan peralihan daerah tangkapan, karena pada daerah tangkap sebelumnya yang bergelombang dan tidak jarang ikan mengeluarkan masukan alat tangkap mereka di sebabkan air tinja. Nelayan memang bergerak di daerah yang tidak bergelombang untuk merakit alat tangkap yang mereka gunakan. Strategi keempat yaitu: Memanfaatkan hubungan sosial, dimana praistri nelayan akan meminjam uang atau beras kepada orang, tetangga maupun kepada tokek jika suaminya pulang melaut tidak memperoleh hasil untuk dijual. Strategi kelima yaitu: mobilisasi anggota keluarga, yaitu keberadaan nelayan yang memiliki anak laki-laki sudah berpotensi melaut oleh karena itu mereka mengikut kemauan untuk melaut membantu orang tua.


Full Text:

PDF

References


Anggriawati, R., Kasim, S. S., & Anggraini, D. (2020). Livelihood Strategy of Scavengers in Kendari City. Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI), 1(1), 16-21. https://doi.org/10.47540/ijsei.v1i1.5

Idrus, Muhammad. (2009). Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Erlangga.

Kusnadi. (2000). Nelayan: Strategi Adaptasi dan Jaringan Sosial. Bandung: Humaniora Utama Press.

Rusda, Devi. (2018). Strategi Bertahan Hidup Nelayan di Musim Barat kering di Desa Pantaigading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Skripsi. Universitas Sumatra Utara.

Sabdillah Sahar, M., Roslan, S., & Sarpin. (2020). The Impacts of the Use of the Bagan Apung on the Socio-Economic Life of Fishermen Communities. Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI), 1(1), 22-27. https://doi.org/10.47540/ijsei.v1i1.2

Suyanto, Bagong. (2005). Metode Penelitian Sosisal Berbagai Alernatif Pendekatan. Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 SOCIETAL



Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License