ANALISIS PERAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (STUDI KASUS DI KELURAHAN TOBIMEITA, KECAMATAN ABELI, KOTA KENDARI)

La Ode Agus Salim Mando, Aminuddin Mane Kendari, Kahirun kahirun, Safril kasim, Sitti Aisya

Abstract


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dan laki-laki dalam alokasi waktu dan
pengambilan keputusan pada kegiatan pengelolaan hutan rakyat. Lokasi pengambilan data dilaksanakan
di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari yang berlangsung pada bulan Februari 2018.
Jumlah responden ditentukan dengan metode sensus karena hanya terdapat 28 KK, sehingga jumlah
seluruh responden adalah 56 orang, dimana 1 KK terdiri dari suami dan istri. Namun, ada 4 (empat)
keluarga yang sudah tidak mempunyai istri atau suami, sehingga total respoden adalah 52 orang. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, komunikasi langsung dipandu dengan daftar
wawancara, dan studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1) Persentase alokasi waktu kerja
bagi laki-laki adalah 62,03% dan perempuan sebesar 37,97%. 2) Persentase peran pengambilan keputusan
dalam pengelolaan hutan rakyat yaitu 63,11% keputusan dilakukan oleh laki-laki atau suami dan 36,89 %
keputusan dilakukan oleh perempuan atau istri.

Kata kunci: pengelolaan hutan rakyat, analisis peran, gender

 


Full Text:

PDF

References


Agarwal. B., 2009. Gender and forest conservation: the impact of women’s participation in community

forest governance. Ecological Economics.

Arikunto. S., 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi IV). P.T Rineka Cipta.

Jakarta.

Basuki, H., 2015. Proses Pengambilan Keputusan Di Organisasi Kemasyarakatan. Jurnal Translitera Edisi

Departemen Kehutanan. 1995. Hutan Rakyat. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Diniyati, D. dan Achma,. B., 2014. Kontribusi Pendapatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Usaha Hutan

Rakyat Pola Agroforestri di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Kehutanan. Volume 9 No. 1.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tanggal 19 Desember 2000 tentang Pedoman

Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional (Lampiran).

Mando, L. O. A. S., U. O. Hasani, L. O. Midi, dan S. Bana. 2018. Potensi dan Pola Hutan Rakyat di Dusun

Singlar Kabupaten Sleman. Seminar Nasional Silvikultur V dan Kongres Masyarakat Silvikultur

Indonesia IV : Silvikultur untuk Hutan Produksi Lestari dan Rakyat Sejahtera. Banjar Baru. 23

Agustus.

Meylasari. I., 2010. Pengaruh Kontribusi Ekonomi dan Sumberdaya Pribadi

Perempuan Terhadap Pengambilan Keputusan dalam Rumahtangga

(Dusun Jatisari, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten

Gunung kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pratama, A.R., S.B. Yuwono dan V. Hilmanto. (2015). Pengelolaan Hutan Rakyat oleh Kelompok Pemilik

Hutan Rakyat di Desa Bandar dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal

Sylva Lestari. 3 (2) : 99-112.

Stephani. C., 2009. Peran Perempuan dalam Kegiatan Pengelolaan Hutan Bersama

Masyarakat (PHBM) (Studi kasus RPH Tanungkerta BKPH Tampomas KPH Sumedang Perum

Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten). Skripsi. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Bogor

Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Zain, A. S., 1998. Aspek Pembinaan Kawasan Hutan dan Stratifikasi Hutan Rakyat. Rineka Cipta. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.