MAKNA KOMUNIKASI RITUAL “SEDEKAH LAUT” SEBAGAI PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA MARITIM MASYARAKAT DESA PULAU KELAPA-KEPULAUAN SERIBU

Rahmi Setiawati

Abstract


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan memetakan aktivitas, kompetensi, bahasa dan komponen-komponen komunikasi
pada peristiwa ritual “sedekah laut” yang menghasilkan pola komunikasi sebagai bentuk pelestarian nilainilai

budaya martim pada masyarakat kepulauan. Konsep Komunikasi ritual yang menjadi pijakan
penelitian ini yaitu ritual. Ritual sebagai suatu habitual action (aksi turun-temurun) dan juga mengandung
nilai-nilai transendental. Sehingga, dapat dipahami bahwa ritual berkaitan dengan pertunjukan secara
sukarela yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun (berdasarkan kebiasaan) menyangkut perilaku
yang terpola. Komunikasi menjadi inti dari interaksi antar manusia yang menggunakan bahasa dalam
kebudayaan tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, cara
pandang interpretif atau kualitatif. Ritual sebagai ’tradisi’ dalam konteks peristiwa komunikasi dan proses
interaksi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Komunikasi ritual “sedekah laut” merupakan aktivitas bentuk
rasa bersyukur kepada Tuhan YME atau sang pencipta, yang telah memberikan rejeki dari potensi yang
berasal dari Laut, tradisi ini merupakan bentuk nilai budaya yang dipertahankan oleh Nelayan, yang
tinggal di Pulau Kepala, dominan adalah masyarakat Bugis. Ritual “Sedekah Laut” digunakan sebagai
daya tarik wisata budaya bahari, dengan mempertunjukkan seni tari, kuliner dan simbol budaya khas bugis
yang merupakan ornamen daya tarik wisata bahari.

Kata kunci: komunikasi ritual, budaya maritim, nilai-nilai budaya


Full Text:

PDF

References


Alo Liliweri. 2003. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Carey, James W. 1992. Communication as Culture Essay on Media and Society.New York: Routledge.

Dawud Achroni. 2008. Upacara Adat Nusantara. Surakarta: CV Suara Media Sejahtera.

Deddy Mulyana. 2010. Ilmu Komunikasi (Suatu Pengantar). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fransiskus Simon. 2006. Kebudayaan Dan Waktu Senggang. Jogjakarta: Jalasutra.

Little John, Stephen W & Karen A. Foss. 2009. Teori Komunikasi (Theories of Human Communication)

edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika.

Lynn H. Turner, Richard West. 2008.

Pengantar Teori Komunikasi Analisis Dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Morissan. 2013. Teori Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1989.

Mulyana, Deddy. 2002. Metode Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Lainnya.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy & Solatun, 2008, Metode Penelitian Komunikasi: Contoh-Contoh Penelitian Kualitatif

Dengan Pendekatan Praktis, Bandung: Remaja Rosda Karya,

Koent jaraningrat. 1964. “Tokoh-Tokoh Antropologi”. Jakarta: PT Penerbitan Universitas Indonesia.

Littlejohn, Stephen W. A. Foss, Karen 2010. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika

MH Yana, 2012, Falsafah Dan Pandangan Hidup Orang Jawa, Bintang Cemerlang, Yogyakarta.

Reuter, Thomas A. 2005. Custodians of the Sacred Mountains. Budaya dan Masyarakat di Pegunungan

Bali. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rothenbuhler, Eric W. 1998. Ritual Communication: From Everyday Conversation to Mediated Ceremony.

Thousand Oaks. SAGE Publications.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.