GALAMPA IDENTITAS KERAMAHAN DALAM ARSITEKTUR SAPO TADA KALEDUPA

La Ode Amrul Hasan, Ishak kadir, Annas Ma'ruf, Weko Indira Romanti Aulia

Abstract


ABSTRAK
Menurut Amos Rappoport (1981), arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia yang lebih dari sekedar
fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi; tata alur kehidupan sosial
dan budaya masyarakat, yang mewadahi dan sekaligus mempengaruhi arsitektur. Masyarakat Kaledupa
memiliki tata alur dan budaya yang khas tercermin dalam interaksi masyarakatnya. Dalam melaksanakan
interaksinya, dibutuhkan ruang yang sepadan agar kebutuhan tata alur kehidupan sosial dan budaya
terwadahi dengan baik. Sapo Tada merupakan wadah yang tidak hanya berfungsi sebagai pernaungan.
Lebih dari itu, sapo tada memiliki hubungan yang erat dengan penghuninya dalam mengekspresikan nilai
budi dan tutur sapa. Setiap bagian ruang memiliki makna dan fungsi untuk mewujudkan asa. Galampa
adalah salah satu bagian pertama yang akan menyapa para tamu yang datang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengungkap dasar pembentukan galampa, bentuk dan type, fungsi sebagai bagian dari identitas
rumah masyarakat kaledupa yang ramah. Data diperoleh dengan cara survey, pengukuran dan
pengamatan langsung, serta wawancara. Teknis analisis secara kualitatif deskriptif. Hasil analisis
menunjukkan bahwa galampa menjadi sarana ekspresi tutur sapa masyarakat baik dalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam tradisi adat istiadat. lebih dari itu galampa merupakan bentuk yang menjadi
identitas, bentuk dan ekspresi bangunan Sapo Tada Kaledupa yang khas.

Kata kunci: galampa, identitas, keramahan, sapo tada


Full Text:

PDF

References


Kartono, J. Lukito. 2000. Studi Peran Wanita pada Desain Rumah Tinggal. Jurnal Demensi Teknik

Arsitektur Vol. 28 No. 2. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Lang, John. 1987. Creating Architectural Theory: The Role of Behavioral Sciences in Environment Design.

New York.

Silas, Johan. 1999. Kebijakan dan Strategi Nasional Perumahan dan Permukiman. Paper. Surabaya: Institut

Teknologi Sepuluh Nopember.

Rapoport, Amos. 1977. Human Aspects of Urban Form. Toward a Man-Environment Approach to Urban

Form and Design. Pergamon Press

Pramono, Y. Setyo.2008. Konsep Tentang Home Dan Identitas Arsitektur Hunian. Jurnal Spekta. Nomor

Volume VI : 1-7 Malang : Institut Teknologi Nasional

Kadir, I., Djunaedi, A., Sudaryono, Wibisono, B.H., 2013, Simbol pada Elemen Rumah Tradisional Buton

di Permukiman Pesisir Sulaa Kota Baubau, Prosiding Seminar Nasional Reinterpretasi Identitas

Arsitektur Nusantara, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar, hal.2.472.54.

I Kadir, MZ Umar, LOA Hasan, 2017. Penerapan Konsep Arsitektur Lokal 'Banuatada' Dalam Permukiman

Masyarakat Baubau, Prosiding Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2017 2, 191-200

Hasan, LO Amrul, 2018, Fleksibilitas Fungsi Ruang Kapeo SAPO TADA Rumah Rakyat Kaledupa,

Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal program Pendidikan

Vokasi Universita Halu Oleo, Vol 1, No 1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.