PENGADAPTASIAN BENTUK ATAP RUMAH TRADISIONAL BUTON PADA BANGUNAN KANTOR PEMERINTAH DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Muhammad Zakaria Umar, Arman Faslih, Halim Halim, Jumadil Nangi

Abstract


ABSTRAK
Bagaimana mengadaptasi bentuk atap rumah tradisional Buton pada kantor pemerintah di Kota Baubau
yang sesuai dengan esensinya?Penelitian ini penting dilakukan agar ada pedoman cara mengadaptasi
bentuk atap tradisional Buton pada bangunan pemerintah di Kota Baubau. Penelitian ini ditujukan untuk
memformulasikan pengadaptasian bentuk atap rumah tradisional Buton pada kantor pemerintah di Kota
Baubau. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif dengan menggunakan variabel tugas, jenis
bangunan, serta bentuk atap. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kajian pustaka. Penelitian
ini disimpulkan bahwa pengapdaptasian didasarkan dari pembagian fungsi kerja masyarakat Buton Lama,
bentuk atap tradisional Buton istana Malige tepat diadaptasi pada bangunan pemerintah pelaksana dinas
daerah, bentuk atap tradisional Buton rumah kaum Walaka yang berperan sebagai pejabat tepat diadaptasi
pada bangunan pemerintah pengawas daerah, dan bentuk atap tradisional Buton rumah kaum
Kaomu/Walaka yang tidak berperan sebagai pejabat tepat diadaptasi pada bangunan pemerintah
pendukung daerah.

Kata kunci: atap tradisional, adaptasi, kantor pemerintah

 


Full Text:

PDF

References


Ali, M. 2008. Arsitektur Tradisional Bugis: Filosofi ke Aplikasi. Makalah disajikan dalam Seminar

Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional Nusantara dalam Menemukenali Teknologi Berbasis

Kearifan Lokal. Penyelenggara Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman-Badan Penelitian

dan Pengembangan-Departemen Pekerjaan Umum, Makassar, 2-3 Juni 2009.

Amal, C.A. & Azsahrah, A.F. 2018. Koeksistensi antara Arsitektur Bugis Makassar dengan Arsitektur

Moderen pada Bangunan Kantor Pemerintahan di Kota Makassar. Linears: Jurnal Ilmu Arsitektur,

(1): 20-27.

Azmi, A. & Pane, I.F. 2017. Penerapan Arsitektur Tradisional Minangkabau pada Bangunan Perkantoran

Bukittinggi (Studi Kasus Kantor Bersama DPKAD, Bapedda, Kesbangpolinmas, dan Baz di

Bukittinggi). Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Prosiding

Seminar Kearifan Lokal dan Lingkungan Binaan 25-26 Januari 2017.

Budihardjo, E. (Ed). 2005. Jati Diri Arsitektur Indonesia. Bandung: Alumni.

Budihardjo, E. (Ed). 2009. Pengaruh Budaya dan Iklim dalam Perancangan Arsitektur. Bandung: Alumni.

Budiwiyanto, J. 2009. Penerapan Unsur-Unsur Arsitektur Tradisional Jawa Pada Interior Public Space di

Surakarta. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 7 (1): 1-21.

Faisal, G. & Wihardyanto, D. 2013. Selembayung sebagai Identitas Kota Pekanbaru: Kajian Langgam

Arsitektur Melayu. Indonesian Journal of Conservation, 2 (1): 51-59.

Heryati & Abdul, N.N. 2015. Transformasi Arsitektur Vernakular Gorontalo pada Bangunan Masa Kini

untuk Memperkuat Identitas Daerah Studi Aplikasi pada Bangunan Kantor Pemerintahan. Jurnal

Teknik, 13 (1): 40-58.

Nurmagumphyta, R. 2017. Penerapan Atap Tradisional Sunda pada SMK Ar Rasyiid Boarding School

Ciparay. Jurnal Arsitektur Reka Karsa, X (X): 1-7.

Pandeirot, C.C., Poli, H. & Karongkong, H. 2016. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi

Sulawesi Utara di Manado Ekspresi Arsitektur Minahasa pada Bangunan Perkantoran. Daseng:

Jurnal Arsitektur, 5 (1): 21-28.

Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah

Kota Bau-Bau Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah

Kota Bau-Bau, (online),

(file:///C:/Users/U53R/Documents/Downloads/Perda%20Kota%20Baubau%20No.09%20Tahun%

pdf, diakses 13 November 2019).

Presiden Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Repubuk Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 Tentang

Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan

Kota, (Online),

(https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/175503/PP%20Nomor%2012%20Tahun%202018.pdf, diakses

November 2019).

Purba, F.R. 2015. Penerapan Ornamen Pakpak pada Gedung Perkantoran Pemkab Pakpak Bharat ditinjau

dari Bahan Bentuk Teknik dan Warna. (Online),

(http://digilib.unimed.ac.id/22392/9/9%20Bab%20I.pdf, diakses 10 November 2019).

Rahmansah & Rauf, B. 2014. Arsitektur Tradisional Bugis Makassar (Survei pada Atap Bangunan Kantor

di Kota Makassar). Jurnal Forum Bangunan, 12 (2): 56-63.

Suriastuti, M.Z., Deddy Wahjudi, D.W. & Handoko, B. 2014. Kajian Penerapan Konsep Kearifan Lokal

pada Perancangan Arsitektur Balaikota Bandung. Jurnal Itenas Rekarupa, 2 (1): 122-128.

Topan, A. 2012. Aplikasi Elemen Arsitektur Tradisional Toraja pada Bangunan Pemerintahan di Kota

Makale. Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha, 1 (2): 73-84.

Umar, M.Z. 2012. Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Tradisonal Buton dan Bangunan Modern

di Kota Baubau. Tesis. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Program Pasca Sarjana, Universitas

Hasanuddin, 1-214.

Umar, M.Z. 2016. Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Tradisional Buton (Rumah Kaum

Maradika) dengan Kantor BKDD di Kota Baubau. Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha, 5 (1): 1-13.

Umar, M.Z., & Arsyad, M. 2017. Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Kaum Kaomu (Malige)

dengan Kantor Dispenda Kota Baubau. Vitruvian Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, 6

(2): 37-46.

Umar, M.Z., & Andisiri, L.O.A.R.S. 2018. Identifikasi Koeksistensi Arsitektural pada Rumah Tradisional

Walaka dan Bangunan DPRD di Kota Baubau. EMARA-Indonesian Journal of Architecture, 4 (1):

-36.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014, (Online),

(http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2014_17.pdf, diakses 13 November 2019).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.