KARAKTERISTIK RUMAH TINGGAL BANUA TADA SULAA BAUBAUPASCA REKLAMASI DAN PENETAPAN SEBAGAI KAMPUNG TENUN WARNA WARNI

Ishak Kadir, Annas Ma’ruf, La Ode Amrul Hasan, Burhan Said

Abstract


ABSTRAK
Rumah tinggal masyarakat Sulaa sebagian besar masih berbentuk bangunan panggung dengan ciri
arsitektur Banuatada Buton. Sejak Kampung Topa/Sulaa dihuni oleh dua kelompok keluarga (La Ode
Murdin dan La Bawea) rumah hunian mereka berbentuk panggung dengan struktur bangunan
menggunakan material kayu dengan pertimbangan kondisi iklim dan lingkungan. Dari 301 unit rumah
yang ada saat ini, terdapat 165 unit rumah berbentuk panggung banuatada. Selebihnya merupakan
bangunan rumah non panggung dan kombinasi keduanya. Upaya mempertahankan bangunan rumah
panggung banuatada adalah wujud nilai kearifan lokal masyarakat terhadap artefak budaya Buton di
Sulaa. Disisi lain, terjadi proses transformasi bentuk dan struktur bangunan seiring dengan perkembangan
permukiman Sulaa dan penetapan sebagai kampung tenun warna warni.Tulisan ini bertujuan untuk
menunjukkan beberapa hal yang berkaitan dengan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Buton
di Sulaa pasca reklamsi pantai dan penetapan Sulaa sebagai kampung tenun warna warni. Penelitian ini
menggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisis induktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa
faktor yang menyebabkan perubahan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Buton di Sulaa,
antara lain: [1] adanya pergeseran persepsi beberapa warga masyarakat Sulaa terhadap eksistensi rumah
tinggal banutada, [2] reklamasi pantai dan [3] penetapan Kawasan permukiman pesisir Sulaa sebagai
kampung tenun warna warni oleh pemerintah daerah Kota Baubau untuk mendukung Kawasan Sulaa
sebagai destinasi wisata budaya dan bahari di Kota Baubau.

Kata kunci: karakteristik, banuatada, kampung tenun, sulaa

 


Full Text:

PDF

References


Antariksa, 2009, Kearifan Lokal Dalam Arsitektur Perkotaan dan Lingkungan Binaan, Seminar Nasional

Local Wisdom dalam Perencanaan Perancangan Lingkungan Binaan, Jurusan Arsitektur, Fakultas

Teknik, Universitas Merdeka, Malang,

(http://antariksaarticle.blokspot.com/karifan_lokal_dalam_arsitektur.html., diakses pada tanggal 4

Juli 2018).

Hanan, H., 2012. The Architecture of Batak Toba: An Expression of Living Harmoniously in Nakhara,

Journal of Environmental Design and Planning, vol. 7 (2012), p.11-22, ISSN: 1905-7210.

Hanan, H., 2017. Rumah Tradisional sebagai “Collect ive Memory” Bagi Pengembangan Model

Permukiman, Prosiding Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2017, ISBN 978-6025489-02-0,

Balitbang

Perumahan

Wilayah

Medan,

hal.

-63.

Kadir, I., Djunaedi, A., Sudaryono, Wibisono, B.H., 2013, Simbol pada Elemen Rumah Tradisional Buton

di Permukiman Pesisir Sulaa Kota Baubau, Prosiding Seminar Nasional Reinterpretasi Identitas

Arsitektur Nusantara, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar, hal.2.472.54.

Kadir, I., Djunaedi, A. Sudaryono, Wibisono, B.H., 2014, Eksistensi Ruang Mata Air Topa di Permukiman

Sulaa Baubau, Prosiding Seminar Nasional Manusia dan Ruang Dalam Arsitektur dan

Perencanaan, SERAP, APRF, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Gadjah Mada,

Yogyakarta, hal.131-137.

Kadir, I., Djunaedi, A. Sudaryono, Wibisono, B.H., 2015a, Perubahan Spasial Permukiman Sulaa Baubau

Pasca Reklamasi Pantai, Majalah Ilmiah Teknologi Forum Teknik, Fakultas Teknik Universitas

Gadjah Mada Volume 36 No. 1 Edisi Januari 2015, Yogyakarta, hal.13-22.

Kadir, I., Djunaedi, A. Sudaryono, Wibisono, B.H., 2015b, Nilai-nilai Budaya dan Bangunan Arsitektur

Lokal Dalam Penciptaan dan Penggunaan Ruang di Permukiman Sulaa Baubau Sulawesi Tenggara,

Prosiding Seminar Nasional finding the fifth element after water, earth, wind, and fire, SCAN#6:

, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, hal.133-141.

Kadir, I. 2015, Posaasaangu sebagai Nilai Transendental Penciptaan dan Penggunaan Ruang di

Permukiman Sulaa Baubau, Disertasi Program Pascasarjana Fakultas Teknik UGM, hal. 5-6, tidak

dipublikasikan.

Kadir, I., Tahir, M., A., Said, B., 2018, Penggunaan Ruang Berbasis Kearifan Lokaldi Permukiman Pesisir

Sulaa Baubau, Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal

(SNT2BKL), Program Pendidikan Vokasi UHO, hal. 158-164.

Kadir, I., Tahir, M., A., 2019, Konsep Eksistensi Budaya Permukiman Pesisir Sulaa di Kota Baubau, Jurnal

Malige Arsitektur, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UHO, Vol. 1 No.01 Tahun 2019, Kendari

hal. 1-8.

Waani, J.,O., 2010, Basudara Dalam Permukiman Titiwungen Selatan Pasca Reklamasi Pantai Manado,

Disertasi, Program studi S3 Ilmu Arsitektur, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (tidak

dipublikasikan).

https://zonasultra.com/penuh-warna-indahnya-kampung-tenun-sulaa-di-baubau.html, tanggal akses 15

November 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.