HUBUNGAN RERATA HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM TERHADAP DERAJAT KLINIS INFEKSI VIRUS DENGUE PADA PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT SANTA ANNA TAHUN 2016

Zida Maulina Aini, Arimaswati Arimaswati, M. Farchan Rezika W.R

Abstract


ABSTRAK
Infeksi virus dengue masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Pemeriksaan laboratorium yang meliputi
pemeriksaan nilai leukosit, trombosit dan hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk
mengetahui perjalanan klinis infeksi virus dengue. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.
Sampel pada penelitian ini adalah data rekam medik penderita infeksi virus dengue pasien anak di Rumah
Sakit Santa Anna pada tahun 2016 yang berjumlah 18 sampel meliputi hasil pemeriksaan laboratorium
pada hari ke-3 dan hari ke-4 demam. Penelitian ini membandingkan antara rerata nilai leukosit, trombosit
dan hematokrit terhadap derajat klinis infeksi virus dengue (DBD tanpa syok dan DBD disertai syok). Hasil
analisis uji T tidak berpasangan pada penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan rerata leukosit dengan
derajat klinis infeksi virus dengue di hari ke-3 demam p = 0,95 (p > 0,05) dan di hari ke-4 demam p = 0,33
(p > 0,05), hubungan rerata trombosit dengan derajat klinis infeksi virus dengue di hari ke-3 demam p =
0.140 (p > 0,05) dan di hari ke-4 demam p = 0.018 (p < 0,05), hubungan rerata hematokrit dengan derajat
klinis infeksi virus dengue di hari ke-3 demam p = 0.255 (p > 0,05) dan di hari ke-4 demam p = 0.00 (p <
0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara rerata hasil pemeriksaan trombosit dan
hematokrit terhadap derajat klinis infeksi virus dengue pada pasien anak pada hari ke-4 demam di RS
Santa Anna Tahun 2016.

Kata Kunci. rerata hasil laboratorium, derajat klinis, infeksi virus dengue.


Full Text:

PDF

References


Valentino, Bima. 2012. Hubungan Antara Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap dengan Derajat Klinik Infeksi

Dengue pada Pasien Dewasa di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Semarang.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. 2016. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun

Sulawesi Tenggara. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Fitriastri NH, Nilapsari R, Kusmiati M. 2014. Hubungan Trombositopenia Dengan Manifestasi Klinis

Perdarahan Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Anak. Bandung: Prosiding Pendidikan Dokter

Bandung. Universitas Bandung:10-16.

FK UI. 2012. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan LXI : Kegawatan pada Bayi dan Anak. Departemen

Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Jakarta

Henilayati NPN, Hapsar MD, Farhanah N. 2015. Perbedaan Profil Laboratorium Penyakit Demam

Berdarah Dengue (DBD) Anak dan Dewasa pada Fase Kritis. Jurnal MMM 4(4): 1305- 1314.

Universitas Diponegoro. Semarang

Kelton JG, dkk. 2011. Sex related differences in platelet aggregation: influence of the hematocrit. Blood

Journal of American Society Hematology 2011; 56(1):38-41.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Demam Berdarah Dengue (DBD). Kemenkes RI.

Jakarta.

Nanthakorn EA. 2008. Peripheral Blood Count for Dengue Severity Prediction : A prospective Study in

Thai Children. Pediatrics. 121-127.

Rena N.M.R., Utama S., Parwati T. 2009. Kelainan Hematologi pada Demam Berdarah Dengue. Jurnal

Penyakit Dalam 10(3). 218-25.

Sanyaolu Adekunle. 2017. Global Epidemiology of Dengue Hemorrhagic Fever An Update. Journal of

Human Virology & Retrovirology 5(6): 00179.

Sumakto, dkk. 2004. Resiko Kenaikan Hematokrit Terhadap tedjadinya Renjatan Pada Kasus Demam

Berdarah Dengue. Jurnal Kedokeran Brawijaya 20:2

World Health Organization. 2009. Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment Prevention and Control.

WHO. Geneva.

World Health Organization. 2011. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and

Dengue Haemorrhagic Fever. WHO. Geneva.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.