OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Jamaluddin Jamaluddin

Abstract


ABSTRAK
Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama kematian mendadak di seluruh dunia. Awalnya obesitas
dianggap sebagai faktor yang meberikan kontribusi pada risiko penyakit jantung coroner melalui factor
lain yang berhubungan, seperti hipertensi, dyslipidemia, dan diabetes mellitus. Namun, telah dibuktikan
juga bahwa distribusi jaringan lemak berpengaruh pada tingginya risiko penyakit jantung coroner. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian penyakit jantung
coroner di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik
observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah penderita yang berobat di
poliklinik jantung RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, periode 28 Desember 2017 sampai 9
Januari 2018. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 72 orang yang
dipilih menggunakan teknik konsekutif sampling. Diagnosis penyakit jantung coroner ditegakkan
berdasarkan keluhan angina tipikal dan adanya perubahan elektrokardigram berupa Q patologis, inversi
gelombang T, atau depresi segmen ST pada minimal 2 lead yang berpasangan. Semua sampel dilakukan
dilakukan pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan
tekanan darah, dan pemeriksaan kadar kolestrol darah. Wawancara dilakukan untuk mengetahui adanya
riwayat hipertensi dan riwayat menderita diabetes mellitus. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square
dan hasil dinayatakan bermakna jika nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara obesitas dengan penyakit jantung coroner pada pasien yang berobat di
poliklinik jantung RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai p=0,02. Simpulan dari
penelitian ini adalah terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian PJK pada pasien yang berobat
di poliklinik jantung RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kata kunci : obesitas, penyakit jantung koroner


Full Text:

PDF

References


Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Kementerian kesehatan

Republik Indonesia.Jakarta

Departemen Kesehatan RI, 2012,Penyakit Tidak Menular. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Jakarta

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, 2016. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi tenggara. Dinas

Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari.

Elsa, dkk. 2015. Angka Kejadian Obesitas Sentral pada Masyarakat Kota Pekanbaru.Pekanbaru

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi,

Kemenkes Ingatkan Cerdik. http.//www.depkes.go.id. 8 Oktober 2017. 19:43

Price, AS., dan Lorraine, CW. 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6. EGC.

Jakarta.

Rustika, dkk. 2014. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan obesitas di Kelurahan Kebon Kelapa. Jurnal

Kedokteran. Bogor

Rosmiatin, M. 2012. Analisa Faktor- faktor Risiko terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada

Wanita Lanjut Usia di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Jakarta

Salam, A. 2010. Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada Remaja. Skripsi .Konsentrasi Gizi Program Studi

Kesmas PPS Unhas, Makassar.

Zahrawardani, D., Herlambang, KS., Anggraheny, HD. 2013. Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit

Jantung Koroner di RSUP Kariadi. Semarang: Jurnal Kedokteran Muhammadiyah; 1(2): 16.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.