PENGARUH POLA KONSUMSI IKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI

I Putu Sudayasa, Dian Anggraini Hamid, Yeni Haryani

Abstract


ABSTRAK
Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara
lainnya. Masih rendahnya konsumsi ikan, perlu menjadi kajian, mengingat potensi sumber daya perikanan
di Indonesia sangat besar dan merupakan alternatif untuk penanggulangan masalah gizi balita Tujuan
penelitian untuk mengertahui pengaruh jumlah dan frekuensi konsumsi ikan terhadap status gizi balita di
wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi. Desain penelitian berupa studi case-control. Jumlah sampel
ditetapkan 136 responden ibu balita berusia 36-59 bulan, dibagi menjadi 68 responden balita sebagai
kelompok kasus dengan status gizi kurang, dan 68 responden balita sebagai kelompok kontrol dengan
status gizi baik. Analisis statistik dengan uji Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan, jumlah konsumsi
ikan yang kurang berpengaruh terhadap status gizi kurang (OR=2,789, CI:1,322-5,886), dan frekuensi
konsumsi ikan yang kurang juga berpengaruh terhadap status gizi kurang (OR=2,545, CI:1,147-5,651).
pada balita. Simpulannya, ada pengaruh jumlah dan frekuensi konsumsi ikan terhadap status gizi balita
di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi Kecamatan Wangi-Wangi.


Full Text:

PDF

References


Achmad, Djaeni sediaoetama. 2000. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid I. Jakarta: Dian Rakyat

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Asydhad, L.A, dan Mardiah. 2006. Makanan Tepat Untuk Balita. Jakarta: PT. Kawan Pustaka.

Burhanudin. 2006. Perilaku Ibu dalam Pemberian Asi Ekslusif. Jakarta: Gramedia.

Danuri R. 2004. Sambutan Pengarahan Menteri Kelautan dan Perikanan: Peran Pengembangan Kelautan

dan Perikanan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi, dalam sumbangan pemikiran untukWNPG VII.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2010. Gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.Departemen Kelautan dan Perikanan 2002. Direktorat Pemasaran Hasil Laut dan Ikan. Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. 2014. Data Status Gizi Balita di Provinsi SultraTahun 2014.

Kendari.

Hamid, Atiqah. 2010. Jenis-Jenis Ikan Untuk Kesehatan Dan Kecerdasan Anak. Jogjakarta: Buku Biru.

Hartati, Yuli. 2006. Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Konsumsi Ikan dan Status Gizi Anak 1-2

Tahun di Kecamatan Gadus Kota Palembang Tahun 2005. (Tesis). Universitas Diponegoro,Semarang

Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi. 2014. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta:Kementerian Kesehatan RI.

Khomsan A. 2004. Manfaat Omega-3, Omega-6, dan Omega-9, dalam Peranan Pangan dan Gizi untuk

Kualitas Hidup. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.

Madanijah S, dkk. 2006. Sumbangan Konsumsi Ikan dan Makanan Jajanan terhadap Kecukupan Gizi AnakBalita pada Keluarga Nelayan Buruh dan Nelayan Juragan. Jurnal Media Gizi dan Keluarga.

Pellokila M.R dan Picauly I. 2004. Pola Konsumsi Ikan pada Anak Balita di Desa Nelayan, Kecamatan

Nusaniwe Kota Ambon. Jurnal Media Gizi dan Keluarga, Desember Volume 28 No. 2:7-23, IPB,

Bogor.

Setyohadi, dkk. 2005. Pengaruh PMT Pemulihan dengan Formula WHO/Modifikasi terhadap Status Gizi

Anak Balita KEP di Kota Malang. Jurnal Media Gizi dan Keluarga Juli Volume 29 n0.1 : 1-8

Supariasa, dkk. 2003. Penilaian Status Gizi. Jakarta: FKUI

Zulaihah, S dan Widajanti, L. 2006. Hubungan kecukupan Asam Eikosapentanoat (EPA), Asam

Dokosaheksanoat (DHA) Ikan dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Gizi Indonesia

Volume 1 Nomor 2 Juni


Refbacks

  • There are currently no refbacks.