PENGARUH RUANG ARSITEKTUR TERHADAP REHABILITASI RESIDEN DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMUNITAS DI KOTA BANDUNG

Adi Nur Khamim, Diajeng Nashukha Ramadhanty, Rayi Ruby, Agus Suharjono Ekomadyo, Nissa Aulia Ardiani

Abstract


Dalam proses rehabilitasi, ruang arsitektur memegang peranan penting dalam pembentukan perilaku dan aktivitas
manusia yang dilingkupinya. Agar mempercepat penyembuhan, ruang arsitektur serta unsur-unsur di dalam fasilitas
rehabilitasi perlu didesain dengan pertimbangan yang tepat berdasarkan kebutuhan pengguna. Nyatanya di Kota
Bandung, fasilitas rehabilitasi belum dirancang khusus untuk mewadahi fungsinya, melainkan merupakan
transformasi dari fungsi lain. Untuk mengetahui elemen ruang arsitektur yang menyusun fasilitas rehabilitasi,
diperlukan studi baik melalui literatur, observasi, maupun pendapat pengguna. Dengan kompleksitas kegiatan yang
harus diwadahi dalam fasilitas rehabilitasi, konfigurasi ruang memiliki pengaruh terbesar dalam proses rehabilitasi
residen. Konfigurasi ruang beserta elemen arsitektur di dalamnya dibentuk menyesuaikan kegiatan dengan alur yang
mengalir dan memiliki alternatif jalur agar kepekaan terhadap lingkungan sekitar meningkat. Meski begitu, ruang
arsitektur tak lepas dari peran komunitas yang turut mendukung fungsi ruang secara optimal. Oleh karena itu, untuk
mempersiapkan residen kembali kepada masyarakat, budaya setempat juga perlu dibangun dalam proses rehabilitasi
tersebut.

Kata Kunci: ruang arsitektur, fasilitas rehabilitasi, rehabilitasi residen, terapi komunitas


Full Text:

PDF

References


Hawari, Dadang. 2009. Panduan Rehabilitasi Gangguan Mental & Perilaku Akibat Miras, Narkoba, & Penderita

Skizofrenia. Jakarta: Mental Health Center Hawari & Associates.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2010. Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2010 tentang Penempatan

Penyalahgunaan, Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotka ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan

Rehabilitasi Sosial. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang

Narkotika. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Rachman, Riska A dan Kusuma, Hanson E. 2014. Definsi Kebetahan dalam Ranah Arsitektur dan LingkunganPerilaku.

Temu

Ilmiah

IPLBI

Rumah Cemara. 2014. Rumah Cemara – Community Action on Harm Reduction. Dokumen Resmi Rumah Cemara,

(Online),

(http://www.rumahcemara.or.id/rumahcemara.or.id/perpustakaan/27.%202014%20Community%20Act%20HR

-RC%20-%20Dokumentasi.pdf, diakses 9 November 2018).

Syafrina,Andina, dkk. 2017. Hubungan Antara Kepuasan Berhuni dan Sikap terhadap Tempat. Program Studi

Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi

Bandung


Refbacks

  • There are currently no refbacks.