Heritage Building as a Third Place: Sebuah Strategi Keberlanjutan Arsitektur Kolonial di Era Modern

Tifany Claudia, Kristina Andre Agung, Grace Nathania, Agus s Ekomadyo, Nissa A. Ardia

Abstract


ABSTRAK

Bandung memiliki banyak bangunan peninggalan era kolonial. Sebagai langkah mempertahankan nilai sejarah,
pemerintah kota Bandung telah menetapkan bangunan heritage sebagai aset kota dan sebagian ditetapkan sebagai
bangunan cagar budaya. Seiring berkembangnya arsitektur dan perekonomian di era modern, bangunan heritage
semakin terancam eksistensinya. Tulisan ini akan menganalisis bangunan heritage yang dimanfaatkan fungsinya
sebagai tempat nongkrong atau third place, yaitu kafe atau restoran, sebagai bentuk resiliensi bangunan heritage di
era modern. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan pengelola maupun
pengunjung kafe atau restoran. Fokus tulisan ini adalah menganalisis peran third place bagi pengelola maupun
pengunjung akan maknanya pada bangunan heritage. Pada akhir tulisan ini disimpulkan bahwa strategi
menerapkan fungsi third place dapat menghidupkan kembali bangunan heritage di era modern. Ini disebabkan oleh
kebutuhan masyarakat kota Bandung akan tempat nongkrong atau third place sebagai tren yang sedang
berkembang, sehingga menguntungkan untuk segi ekonomi maupun untuk keberlanjutan arsitektur kolonial. Tulisan
ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dunia arsitektur untuk memahami tren dan kebutuhan masyarakat akan
fungsi bangunan heritage di era modern.

Kata Kunci: bangunan heritage, strategi, resiliensi, arsitektur kolonial, modern

 


Full Text:

PDF

References


Astuti, Sri & Hanan, Himasari. 2011. The Behaviour of Consumer Society in Consuming Food at Restaurants and

Cafes dalam Journal of ASIAN Behavioural Studies 1. Chapter 8 indd 73-78.

Australia Icomos. 1999. The Burra Charter, The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance.

Australia: Australia ICOMOS Inc.

Kusuma, Hanson E. & Farasa, Nisa. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Perbedaan

Preferensi Gender dan Motivasi (hlm. E029 -034). Bandung: IPLBI.

Martokusumo, Widjaja. 2002. Urban heritage conservation: Experiences in Bandung and Jakarta. Dalam

The Indonesian Town Revisited (hlm. 374-389). Singapura: Institute of Southeast Asian Studies.

Oldenburg, Ray. 1999. The Great Good Place: Cafes, Coffee Shops, Bookstores, Bars, Hair Salons, and Other

Hangouts at the Heart of a Community. Boston: De Capo Pres.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.