DETEKSI OVERDISPERSI DATA SPASIAL KASUS DBD KOTA KENDARI

Mukhsar Mukhsar, Agusrawati Agusrawati, Indiyanti Indiyanti

Abstract


Demam berdarah(DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahawa DBD pada periode Januari-Februari 2016sebanyak 8.487 kasus, dengan jumlah kematian 108 orang. Jumlah kasus DBDdi Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu pada periode Januari- Maret 2016 saja mencapai 2.278 kasus. Kota Kendari pada periode Januari-Februari 2016 sudah mencapai 349 orang. Meningkat 4 kali dibandingkan tahun 2015 dan11 kali dari tahun 2014.Kasus DBD sendiri dapat ditekan jika faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasinya diketahui dan mengetathui pola datanya. Dengan mengetahui pola datanya, maka dapat diterapkan model yang tepat untuk mengetahui faktor-faktor dominan. Data DBD pada umumnya, merupakan data count dan diskrit. Karena tidak semua lokasi, mengalami KLB DBD sehingga dimungkinkan terjadinya overdispersi. Hasil eksplorasi data bulanan kasus DBD di 10 kecamatan Kota Kendari tahun 2016 dan , menunjukkan bahwa data mengalami overdispersi. Tidak ada multikolinearitas antar variabel perdiktor berupa tempat pembuangan sampah (TPS) , Jumlah sarana kesehatan perkecamatan , indeks kepadatan penduduk , jumlah pasar , dan banyaknya rumah tangga miskin.

Kata kunci— DBD, Overdispersi, Pola Data, Multikolinearitas.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.