HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH KARYAWAN BANDARA HALUOLEO KENDARI

Indria Hafizah, Muhamad Zamrud, Sudarman Sudarman

Abstract


Kebisingan dan  yang melebihi  nilai ambang batas pada kurun waktu yang cukup lama akan berakibat pada perubahan frekuensi jantung, dan perubahan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intensitas kebisingan, perbandingan tekanan darah karyawan, dan hubungan intensitas kebisingan dengan peningkatan tekanan darah. Desain penelitian ini adalah Observasional analitik dengan pendekatan metode  cross sectional. Sampel terdiri dari 30 orang yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dan dianalisis dengan uji wilcoxon untuk melihat perbedaan tekanan darah dan uji korelasi rank spearman untuk melihat hubungan intensitas kebisingan dengan peningkatan tekanan darah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaunit kerja yang  memiliki intensitas kebisingan melebihi 85 dB. Terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah kerja dimana sistolik (p value = 0.000) dan diastolik (p value = 0.003). Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan peningkatan tekanan darah sistolik (p value = 0.000, r = 0.699), namun tidak signifikan untuk tekanan darah diastolik (p value = 0.102, r = 0.369).Kesimpulan penelitian ini terdapat  perbedaan secara signifikan (tekanan darah sistolik dan  diastolik) antara sebelum  dan  sesudah  bekerja  (terpapar  bising).  Ada  hubungan  signifikan  antara  tingkat  bising  dengan  peningkatan  tekanan darah sistolik dan diastolik pekerja . Pekerja disarankan untuk  selalu menggunakan alat penutup telinga saat melakukan pekerjaannya.

Kata kunci— Kebisingan, Sistolik, Diastolik, Tekanan Darah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.