PENGARUH EKSTRAK KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POST PRANDIAL PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI ALLOXAN

Andi Noor Kholidha, Indriah Hafizah, Rahma Wati

Abstract


Diabetes Mellitus (DM) memiliki prevalensi yang cenderung meningkat setiap tahun di dunia. Diet adalah lini pertama pengendalian kadar glukosa darah. Kurma memiliki indeks glikemik rendahyang diharapkan dapat mengontrol kadar glukosa darah penderita diabetes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah kurma pada glukosa darah dua jam postprandial pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi alloxan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan kontrol desain time series. Penelitian ini menggunakan 18 tikus dengan usia 8-12 minggu, dan berat 20-40 gram. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok: kelompok perlakuan, kelompok kontrol positif, dan kelompok kontrol negatif.Data dianalisis menggunakan metode General Linear Model Repeated Measures (GLM-RM) dan post hoc test Bonferroni.Perbedaan reratakadar glukosa darah antara kelompok pertama dan kedua adalah signifikan secara statistik (p = 0,005). Pada kelompok kedua dan ketiga, juga ditemukan perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan secara statistik (p = 0,000). Namun, tidak demikianuntuk kelompok pertama dan kelompok ketiga (p = 0.677).Sebagai kesimpulan, ditemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada rerata kadar glukosa darah dua jam post prandial antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol positif tikus yang diinduksi alloxan.

Kata kunci— Alloxan, Buah Kurma (Phoenix dactylifera), Glukosa Darah, PostPrandial, Mencit (Mus musculus).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.