Swasembada Kedelai Dan Penyakit Mosaiknya Di Sulawesi Tenggara

Muhammad Taufik, Gusnawaty HS, Asmar Hasan, Rahayu M, Nurmini Nurmini

Abstract


Kedelai adalah komoditi pangan yang penting karena setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara. Kebutuhan yang tinggi terhadap kedelai menyebabkan setiap tahun pemerintah mengimpor kedelai untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri. Upaya mengurangi impor terus dilakukan namun beberapa kendala seperti gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), salah satunya adalah penyakit mosaic virus yang dapat mengganggu produksi, produktivitas bahkan target swasembada kedelai tiga tahun ke depan. Oleh karena itu paper ini bertujuan memberikan informasi baru keberadaan penyakit mosaik virus pada tanaman kedelai sebagai dasar mendesain strategi pengendalian penyakit mosaik untuk mendukung swasembada kedelai tiga tahun ke depan di Sulawesi Tenggara.  Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan keberadaan virus Cowpea mild mottle virus (CPMMV), Cucumber mosaic virus (CMV) and Soybean mosaic virus (SMV) setelah diuji dengan teknik ELISA. Tidak ditemukan serangga vektor Aphids (kutudaun) di plot percobaan sampai akhir pengamatan, hanya ditemukan Empoasca sp.  Kutudaun adalah vektor beberapa penyakit virus mosaic sehingga tidak adanya kutudaun menjadi menarik karena mungkin telah terjadi pergeseran tugas dan fungsi vektor dari kutudaun ke Empoasca pada kondisi percobaan. Namun demikian masih dibutuhkan kajian mendalam pergeseran tersebut meskipun beberapa referensi melaporkan kemampuan Empoasca sp. sebagai vektor virus. Data ini memberikan implikasi bahwa untuk mencapai swasembada kedelai tiga tahun ke depan memerlukan kajian kolektif tentang faktor-faktor penghambat produksi kedelai sehingga dapat didesain tindakan pengendalian secara dini. Integrasi teknik pengendalian yang kompatibel dengan mempertimbangkan tiga dimensi pengendalian virus yaitu dimensi benih/tanaman sebagai inang, dimensi virus mosaik sebagai patogen dan dimensi serangga vektor virus di lapang Pengendalian vektor virus mosaik merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan penyakit mosaic virus. 


Full Text:

PDF

References


Abney T.S., Silling, J.O., Richards, T.L., and Broersma. D.B. 1976. Aphids and Other Insects as Vectors of Soybean Mosaic Virus. DOI: http://dx.doi.org/10.1093/jee/69.2.254

Andayanie, W.R. 2012. Diagnosis Penyakit Mosaik (Soybean Mosaic Virus) Terbawa Benih Kedelai. J. HPT Tropika. Vol. 12, No. 2: 185 – 191

Arogundade, O., Balogun, S.O., and Aliyu, T.H. 2009. Effects of Cowpea Mottle Virus and Cucumber Mosaic Virus on Six Soybean (Glycine max L.) Cultivars. Virology Journal 6: 220 doi: 10.1186/1743-422X-6-220

Asjes, C.J., 2000. Control of aphid-borne Lily symptomless virus and Lily mottle virus in Lilium in the Netherlands. Virus Res. 71, 23–32.

BPS, 2010. Indonesia Year Book. Badan Pusat Statistik, Jakarta

BPS, 2014. Berita resmi statistic BPS. No. 50/07/Th. XVII, 1 Juli 2014

BPTP Sultra 2011. Analisis Kebijakan Perbenihan Kedelai Di Sulawesi Tenggara. http://sultra.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_conten.

Burhanuddin, I.N. Widiarta, dan A. Hasanuddin. 2006. Penyempurnaan Pengendalian Terpadu Penyakit Tungro dengan Strategi Menghidari Infeksi dan Pergiliran Varietas Tahan. J. HPT Tropika, Vol. 6, No. 2 : 92 – 99

Clark, M.F., and A.N. Adams. 1977. Characteristics of the Microplate Method of Enzyme-Linked Immunosorbent Assay for the Detection of Plant Viruses. J. Gen. Virol 34: 475-483.

Cui, X., Chen, X., and Wang, A., 2011. Detection, Understanding and Control of Soybean Mosaic Virus. Di dalam Soybean - Molecular Aspects of Breeding, Editor by Dr. Aleksandra Sudaric. Intech : 335-354pp. www.intechopen.com

Fereres, A. 2000. Barrier Crops as a Cultural Control Measure of Non-Persistently Transmitted Aphid-Borne Viruses. Virus Research 71 (2000) 221–231

Ghozali, I. 2011. Structural Equation Modeling, Metode Alternatif dengan Partial Least Square. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang

Hair, J. F., C. M. Ringle, dan M. Sarstedt. 2011. PLS-SEM: Indeed a Silver Bullet. Journal of Marketing Theory and Practice, Volume 19(2).

Hsu, H.T., L. Barzuna, Y.H. Hsu, W. Bliss, and K.L. Perry. 2000.Identification and Subgrouping of Cucumber mosaic virus with Mouse Monoclonal Antibodies.Phytopathology 90:615-620.

Hull, R. 2002. Matthews’ Plant Virology. Fourth Ed. San Diego: Academic Press

Laguna, I.G., Arnedo, J.D., Rodriquez-Pardina, P., and Fiorona, M. 2006. Cowpea Mild Mottle Virus Infecting Soybean Crops in Northwestern Argentina. Fitopatol. Bras. 31(3): 5104

Latifah, S.H. Hidayat dan S. Sujiprihati. 2008. Metode Penapisan Cabai (Capsicum annuum L.) untuk Ketahanan Terhadap Chilli Veinal Mottle Virus (ChiVMV) dan Cucumber Mosaic Virus (CMV). J. HPT Tropika, Vol. 8, No. 2: 146 – 153

Malvick, K. 1992. Virus Diseases of Soybeans. Report on Plant Disease Department of Crops Sciences Univeristy of Illinois at Urbana-Champaign. RPD No: 505.

Masuda, T., and Goldsmith, P.D.2009.World Soybean Production:Area Harvested,Yield and Long-Term Projections.International Food and Agribusiness ManagementReview.Vol. 12:4

Nasruddin,A.2011.Field Efficacy of SelectedInsecticides against EmpoascaTerminalis (Homoptera:Cicadellidae) on Soybean.AmericanJournal of ScientificResearch39:115-121

Sama, S., A. Hasanuddin, I. Manwan, R.C. Cabunagan, & H. Hibino. 1991. Integreted Rice Tungro Disease Management in South Sulawesi, Indonesia. Crop Protection 10: 34-40.

Schaafsma AW, Cardona C, Kornegay JL, Wylde AM, Michaels TE. 1998. Resistance of Common Bean Lines to the Potato Leafhopper (Homoptera: Cicadellidae). J. Econ. Entomol. 91(4): 981-986.

Taufik, M., A. Rahman, A. Wahab, dan S.H. Hidayat. 2010. Mekanisme Ketahanan Terinduksi oleh Plant Growth Promotting Rhizobacteria (PGPR) pada Tanaman Cabai Terinfeksi Cucumber Mosaik Virus (CMV). J. Hort. 20(3):274-283.

Taufik, M., Gusnawaty H.S, Hasan, A., Rahim, M.D, and Nasruddin, A. 2015. Mosaic Disease: As A Challenge for Soybean Production in Southeast Sulawesi. Makalah disampaikan pada 2nd Interational Conference on Sustanablity Development, Bali, 28 Feb-1 March 2015, Mahasaraswaty Denpasar University

Taufik,M., Hasan, A., Khaeruni, A., Gusnawaty, H.S., dan Sarawa. 2014. Deteksi potyvirus pada nilam (Pogostemon cablin) dengan teknik ELISA di Sulawesi Tenggara. Jurnal Agroteknos 4 (1): 53-57.

Thoenes, P. 2006. Soybean International Commodity Profile. Markets and Trade Division Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Time, Atiri, G.I., and Kumar, P.K. 2010. Viruses Infecting Soybean Glycine max L. Merill in Nigeria. Phytopathology 100:S126.

Yunianti, R. 2007. Analisis genetik pewarisan sifat ketahanan cabai (Capsicum annuum L.) terhadap Phytophthora capsici LEONIAN [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, IPB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Published by Department of Agribusiness - Halu Oleo University

© PSNA | DOI: Prefix 10.37149 by Crossref

Creative Commons License is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats