EFEKTIVITAS UJI DAYA BUNUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) dan DAUN SIRIH (Piper Betle L.) TERHADAP LARVA NYAMUK ANOPHELES PUNCTULATUS DI KOTA SORONG

Radeni Ramdany(1), Norma Norma(2),


(1) Poltekkes Kemenkes Sorong, Papua Barat
(2) Poltekkes Kemenkes Sorong, Papua Barat
Corresponding Author

Abstract


Malaria adalah suatu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (mosquito borne diseases). Malaria diinfeksikan oleh
parasit bersel satu dari kelas Sporozoa, genus Haemosporida, keluarga Plasmodium. Propinsi Papua dan Papua
Barat menempati urutan tertinggi sebagai penyumbang kasus malaria terbanyak di Indonesia. Pada 2009 silam
angka penderita malaria menunjukkan 112 per 1000 positif malaria dan sejak 2015 kasus malaria berhasil turun
menjadi 2,4 per 1000 penduduk. Salah satu upaya pemberantasan dan pencegahan penularan penyakit malaria
dapat dilakukan dengan pengendalian vektor dari penyakit tersebut. Upaya pengendalian vektor penyakit dapat
dilakukan secara hayati berupa insektisida alami, adapun tumbuhan yang dapat digunakan sebagai insektisida
alami yaitu daun pepaya dan daun sirih. Hal ini dikarenakan kandungan alkoloid, flavonoid dan saponin yang
terkandung didalamnya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Terpadu Poltekkes Kemenkes Sorong.
Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian
ini adalah larva nyamuk An. punctulatus Instar III/IV sebanyak 10 ekor pada masing-masing 8 unit perlakuan
dengan 3 kali pengulangan. Teknik penarikan sampel menggunakan Sistematik Random Sampling dan analisis data
menggunakan Mann-Whitney dan Regresi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan
antara daya bunuh nyamuk An. punctulatus dengan menggunakan ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) dan
daun sirih (Piper Betle L.) dengan nilai P = 0,00 < 0,05. Hasil analisis regresi probit menunjukkan ekstrak daun
pepaya lebih efektif membunuh larva nyamuk An. punctulatus dibandingkan ekstrak daun sirih. Disarankan kepada
masyarakat agar dalam upaya pemberantasan penyakit Malaria sebaiknya menggunakan larvasida dan insektisida
alami yang ramah lingkungan untuk memutuskan mata rantai perkembangan nyamuk Anopheles yaitu dengan
menggunakan ekstrak daun papaya dengan konsentrasi 36.879% agar larvasida yang dihasilkan efektif membunuh
90% larva dalam waktu 12 jam.
Kata Kunci : Larva Anopheles Punctulatus, Daun Pepaya, Daun Sirih


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 250 times
PDF Download : 118 times

DOI: 10.37887/epj.v3i2.6237

Refbacks

  • There are currently no refbacks.