PENGARUH PERENCANAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS SE-KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2019

Tri Zulhijriana Silondae(1), Sartiah Yusran(2), Ruslan Ruslan(3), Ramadhan Tosepu(4), Asnia Zainuddin(5), Suhadi Suhadi(6),


(1) Jurusan Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana Universitas Halu Oleo
(2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(3) Prodi Statistika Fakultas MIPA Universitas Halu Oleo
(4) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(5) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(6) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Standar Pelayanan Minimal merupakan ketentuan terkait kualitas dan jenis pelayanan dasar yang menjadi urusan pemerintahan yang wajib diberikan secara minimal kepada setiap warga negara. Puskesmas menjalankan tugas dinas kesehatan kabupaten/kota yang diberikan kepadanya. Tugas tersebut antara lain pelayanan terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dan kegiatan kesehatan lainnya yang secara khusus dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan data sekunder dari profil Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan terlihat bahwa pencapaian SPM secara keseluruhan belum sesuai dengan target. Rendahnya capaian indikator SPM bidang kesehatan di Kabupaten Konawe Selatan perlu mendapat perhatian. Jika indikator SPM tidak tercapai, maka masyarakat belum mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Artinya masalah kesehatan belum terkontrol dan membebani pelayanan tindak lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perencanaan dan pengawasan terhadap pencapaian SPM bidang Kesehatan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data regresi logistik binner. Sampel penelitian ini sebanyak 80 responden yang terdiri dari pengelola program puskesmas di Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel perencanaan dan pengawasan secara simultan mempengaruhi pencapaian SPM, sedangkan secara parsial variable perencanaan mempengaruhi pencapaian SPM dengan nilai signifikansi 0,020 dan nilai kooefisien regresi 2,008 dan variable pengawasan mempengaruhi pencapaian SPM dengan nilai signifikansi 0,017 dan nilai koofisien regresi 2,330.

Kata Kunci : SPM, Perencanaan, Pengawasan


References


BAPPENAS. 2017. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian PPN.

Kemenkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta.

Pemda Konsel. 2019. Profil Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2019. Andoolo.

Kemenkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Dinas Kesehatan. 2017. Profil Dinas Kesehatan Tahun 2017. Andoolo.

Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2016 Tentang Manajemen Puskesmas. Jakarta.

Kemenkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2016 Tentang Manajemen Puskesmas. Jakarta.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Y. Ainurrahmah. 2017. Pengaruh Manajemen Pusat Kesehatan Masyarakat terhadap Akses Pelayanan Kesehatan untuk Mewujudkan Mutu Pelayanan Kesehatan. Jurnal Publik : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara, vol. 11, pp. 239-256.

I. Siriyei and R. D. W. , 2013. Faktor determinan rendahnya pencapaian cakupan standar pelayanan minimal bidang kesehatan di puskesmas mojo kota Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, vol. 1.

S. Sumiati. 2012. Evaluasi Pengelolaan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Berdasarkan Pendekatan Sistem di Kota Singkawang Kalimantan Barat Tahun 2012. Universitas Diponegoro.

Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2016 Tentang Manajemen Puskesmas. Jakarta.

S. Sumiati. 2012. Evaluasi Pengelolaan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Berdasarkan Pendekatan Sistem di Kota Singkawang Kalimantan Barat Tahun 2012. Universitas Diponegoro.

Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2016 Tentang Manajemen Puskesmas. Jakarta.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 296 times
PDF Download : 63 times

DOI: 10.37887/epj.v5i2.18314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.