STUDI SANITASI LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR DI KELURAHAN NAMBO KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI

Nurmaladewi Nurmaladewi(1), Fifi Nirmala G(2), Lisnawaty Lisnawaty(3), Arum Dian Pratiwi(4), Jumakil Jumakil(5),


(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(4) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
(5) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Sanitasi merupakan upaya dasar dalam menjaga kesehatan manusia dengan cara penyediaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan. Penyediaan sarana sanitasi akan memberikan dampak positif namun faktanya penyediaan sarana sanitasi masih belum memadai karena masyarakat yang belum menyadari pentingnya sarana sanitasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga angka kesakitan akibat buruknya fasilitas sanitasi masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan fasilitas sanitasi pemukiman di wilayah pesisir masyarakat Kelurahan Nambo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik simple random sampling. Populasi adalah semua kepala keluarga di Kelurahan Nambo Kota Kendari berjumlah 321 kepala keluarga dan jumlah sampel adalah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari kepemilikan kategori sarana penyediaan air bersih masyarakat yang memenuhi syarat sebanyak 29 orang (59,2%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 20 orang (40,8%). Saluran pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 67 orang (95,7%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 3 orang (4,3%). Kepemilikan jamban yang memenuhi syarat sebanyak 46 orang (51,1%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 44 orang (48,9%). Kepemilikan tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 42 orang (52,5%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 38 orang (47,5%). Dapat disimpulkan bahwa dari sisi kepemilikan fasilitas sanitasi, masyarakat Kelurahan Nambo sudah masuk dalam kategori baik namun yang perlu menjadi perhatian ialah masih banyak fasilitas sanitasi yang belum memenuhi syarat. Kepemilikan dan kualitas sanitasi ialah dua hal yang harus tercapai dalam menciptakan kondisi lingkungan yang baik sehingga derajat kesehatan masyarakat juga baik. Rekomendasi yang diberikan perlunya pemicuan motivasi untuk jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah.

 

Kata kunci: sanitasi; lingkungan; wilayah; pesisir


References


DAFTAR PUSTAKA

Poedjiastoeti, H., & Karmilah, M. (2015). Karakteristik kondisi sanitasi lingkungan di kawasan pemukiman nelayan Bandengan Kabupaten Kendal. 2015;1–15.

Ayuningtyas, R.D, Astorina, N., & Dewanti, Y.. (2020). Gambaran sanitasi lingkungan di Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang tahun 2016-2018. Media Kesehat Masy Indones. 2020;19(2).

Unicef. Unicef - Water, Sanitation And Hygiene [Internet]. 2020 [Cited 2020 Oct 21]. Available From: Https://Www.Unicef.Org/Wash/

Unicef Indonesia. Air, Sanitasi Dan Kebersihan (Wash) [Internet]. 2020 [Cited 2020 Oct 21]. Available From: Https://Www.Unicef.Org/Indonesia/Id/Air-Sanitasi-Dan-Kebersihan-Wash

Imroatus, S.M.M. (2015). Gambaran sarana sanitasi masyarakat kawasan pesisir pantai Dusun Talaga Desa Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2014. Higiene. 2015;1(2):75–83.

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. 2001 P. 43.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/Menkes/Per/Ix/1990 Tentang Syarat-Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air. 416 Indonesia; 1990.

Celesta, A.G., & Fitriyah, N. (2019). Overview basic sanitation in Payaman Village, Bojonegoro District 2016. J Kesehat Lingkung. 2019;11(2):83.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. 2014 P. 44.

Widiyanti, B.l, & Sutomo, A.H. (2015). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi lingkungan di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. J Geodika. 2015;1(1):1–64.

Shofa, R., & Hadi, H. (2017). Studi sanitasi lingkungan permukiman nelayan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Geodika J Kaji Ilmu Dan Pendidik Geogr. 2017;1(2):22.


Full Text: XML

Article Metrics

Abstract View : 643 times
XML Download : 229 times

DOI: 10.37887/epj.v5i1.15587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.