PEMBUATAN TES KIT MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RURUHI (Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & L.M Perry) SEBAGAI PENDETEKSI PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN OLAHAN

Wa Ode Sitti Zubaydah, Ririn Andriani, Muh Handoyo Sahumena, Irnawati Irnawati

Abstract


Abstrak
Salah satu jenis bahan pengawet yang banyak disalahgunakan sebagai pengawet dalam makanan yaitu boraks.
Penambahan boraks bertujuan untuk memberikan tekstur padat, meningkatkan kekenyalan, dan memberikan
rasa gurih serta bersifat tahan lama terutama makanan yang mengandung pati. Sementara kontaminasi boraks
dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengembangkan alat analisis dalam bentuk tes kit yang mudah digunakan untuk mendeteksi kadar boraks yang
ada pada makanan olahan. Penelitian ini didasari oleh pembentukan warna kompleks antara boraks dan
antosianin. Tanaman yang mengandung antosianin salah satunya adalah ruruhi (Syzygium polycephalum (Miq.)
Merr. & L.M Perry). Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi termodifikasi menggunakan pelarut
etanol 96% yang mengandung HCl 1%. Analisis reaksi warna dilakukan dengan mencampurkan ekstrak dengan
boraks konsentrasi 5000 ppm hasil menunjukkan adanya perubahan warna yaitu ungu. Penentuan λmax ekstrak
dilakukan untuk melihat pergeseran panjang gelombang ekstrak sebelum dan sesudah penambahan boraks hasil
menunjukkan adanya pergeseran ke arah lebih tinggi yaitu dari 528 menjadi 620 nm. Komparator warna dibuat
dalam bentuk larutan kit maupun paper test kit hasil menunjukkan perubahan warna pada larutan kit setelah
penambahan boraks konsentrasi 2000, 4000, 6000, 8000 dan 10.000 ppm menjadi ungu hingga ungu pekat pada
konsentrasi ≥ 6000 ppm, pada paper test kit menunjukkan perubahan warna ungu pada konsentrasi 2000 hingga
10.000 ppm. Metode ini dilakukan validasi mencakup linearitas, akurasi, presisi, LOD dan LOQ, hasil validasi
menujukkan linearitas yang baik dengan nilai r = 0,997 , %recovery 95,16 – 99,53 % menujukkan perolehan
kembali yang sesuai standar, %RSD = 0,2616 % dinyatakan sangat teliti karena ≤ 1 %. Aplikasi tes kit ini juga
dilakukan pada 3 sampel makanan olahan yang dipilih secara acak dan menunjukkan hasil 2 positif mengandung
boraks. Disimpulkan bahwa metode tes kit ini dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks dalam makanan olahan
secara kualitatif.
Kata Kunci : Boraks , antosianin, buah ruruhi, Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & L.M Perry), paper test kit.

 


Full Text:

PDF

References


Oktiarni D., Siti N.K., Morina A., Nesbah, Eka A.

Pengaruh Boraks, Asam Dan Basa

Terhadap Pergeseran Panjang Gelombang

Ekstrak Air Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa

Linn.). Jurnal Gradient. 12(2) : 1187-1191

Badan POM RI. 2016. Peraturan Kepala Badan

Pengawas Obat Dan Makanan Republik

Indonesia Nomor 36 Tahun 2013 Tentang

Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan

Pangan Pengawet (akses tanggal 8 Januari

Sampel A

Sampel B

Sampel C

Terjadi

Sampel B

perubahan

warna (+)

,1 ppm

Sampel C

Tidak terjadi

perubahan

warna

Terjadi

Kontrol

positif

perubahan

warna (+)

,32 ppm

Kontrol

negatif

Tidak terjadi

perubahan

warna

Pengujian sampel olahan makanan secara

Tubagus I., Gayatri C., Fatimawali. 2013.

Identifikasi Dan Penetapan Kadar Boraks Dalam

Bakso Jajanan Di Kota Manado. Jurnal Ilmiah

Farmasi. 2(4) : 142-148

Hartati F.K. 2017. Analisis Boraks Secara Cepat,

Mudah Dan Murah Pada Kerupuk. Jurnal

Teknologi Proses Dan Inovasi Industri. 2(1) : 3337

Astuti E.D., Widagdo S.N. 2017. Kemampuan

Reagen Curcumax Mendeteksi Boraks dalam

Bakso yang Direbus. Jurnal Sain Veteriner.

(1): 42-48

Sugiyatmi S. 2006. Analisis Faktor-Faktor Resiko

Pencemaran Bahan Toksik Boraks dan Pewarna




DOI: http://dx.doi.org/10.37887/epj.v4i2.12472

Refbacks

  • There are currently no refbacks.