KONDISI SOSIAL BUDAYA BERPANTANG MAKANAN DAN PERAWATAN KEHAMILAN PADA SUKU TOLAKI (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT PESISIR KOTA KENDARI) TAHUN 2019

Hartati Bahar, Febriana Muchtar, Linda Ayu Rizka Putri

Abstract


 

Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinykomplikasi dan kematian ketika persalinan, disamping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatajanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor sosial budaya ibu hamil suku toladalam berpantang makan pada masyarakat pesisir Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan penelitiakualitatif dengan pendekatan studi kasus. Cara mendapatkan informasi melalui wawancara mendalam daobservasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kepercayaan berpantang makanan masih adhingga saat ini, beberapa jenis makanan yang dipantang oleh suku tolaki di Kota Kendari adalah jenis sayuranangka, terong, papaya, nenas, dan pisang mentah. Jenis minuman yang dipantang yakni minum susu daminum air es. Makanan yang manis-manis seperti gula merah juga dipantang termasuk makanan bersantadan berminyak. Dari jenis hewani dipantang makan ikan masak karena dikhawatirkan akan membuat Aberbau busuk dan amis. Makanan yang dianjurkan adalah jenis kacang tanah, sayur bening dan ikan pangganUntuk perilaku perawatan kehamilan ibu hamil dilarang keluar rumah kecuali membawa jimat yang dipercaybisa melindungi ibu hamil dan bayinya dari roh jahat. Dilarang pula makan didalam kamar dan ketika makaharus memberitaukan ke suami agar ibu tidak memberaki dirinya saat melahirkan. Kesimpulan penelitian iadalah masih terdapat budaya berpantang makanan selama kehamilan pada suku tolaki juga masih terdaptata cara perawatan kehamilan pada ibu hamil berupa perilaku berpantangan dan anjuran selama kehamilan.

Kata kunci: sosial budaya, suku tolaki

 


Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI, 2015. Profil Kesehatan Indonesia.

Jakarta

Darlina dan Hardinsyah, 2003, Faktor Risiko

Anemia Pada Ibu Hamil di Kota Bogor, Media Gizi

dan Keluarga Vol. 27 No.2.

Kalangi Nico S, 2004, Kebudayaan dan Kesehatan;

Pengembangan Pelayanan Kesehatan Primer

Melalui Pendekatan Sosial Budaya, Megapoin,

Jakarta.

Subowo Ari, 2008, Kinerja Pembangunan

Kesehatan : Tinjauan Disparitas Pelayanan

Kesehatan Ibu Dan Anak , “DIALOGUE” Jurnal

Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Vol. 5,

No. 2 : 155-166

Vol.2/No.1/Desember2017;ISSN2540-

Idrus Muhammad M, 1998, Pengobatan,

Kehamilan, Dan Kelahiran Pada Orang Bajo Di

Lasolo, Kabupaten Kendari, dalam Meutia F

swasono ” Kehamilan, Kelahiran, Perawatan Ibu

Dan Bayi Dalam Konteks Budaya”. UI-Press:

Jakarta.

Zaluchu Fotarisman, 2007, Faktor Sosio-psikologi

Masyarakat Yang Berhubungan Dengan Anemia

Ibu Hamil di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara

(11–18), Info Kesehatan Masyarakat Vol. XI, No.1:

-18, ISSN 1410-6434

Herimanto dan Winarno, 2008, Ilmu Sosial dan

Budaya Dasar, Bumi Aksara, Jakarta.

Astawan Made, 2009, Ensiklopedia Gizi Pangan

Untuk Keluarga, Dian Rakyat, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.37887/epj.v4i2.12441

Refbacks

  • There are currently no refbacks.