Analisis Pengembangan Komoditas Unggulan Sub Sektor Hortikultura Di Kabupaten Konawe

Nurlina Angreini, Manat Rahim, Idrus Salam

Abstract


Komuditas unggulan pada suatu wilayah perlu untuk ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui komoditas basis di Kabupaten Konawe, (2) mengetahui ketersediaan lahan untuk pengembangan komoditas unggulan subsektor hortikultura, (3) mendapatkan informasi tentang kelayakan usahatani komoditas unggulan, dan (4) mengetahui strategi pengembangan komoditas unggulan sub sektor hortikultura di Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan yaitu (1) Loqation Question (LQ) dan Dinamyc Location Question (DLQ), (2) analisis spasial, (3) R/C ratio, dan (4) SWOT. Hasil penelitian yaitu (1) cabai rawit merupakan komoditi unggulan nasional subsektor hortikultura dengan nilai LQ dan DLQ rata-rata tahun 2015-2019 yakni 1,35 dan 7,69 dengan kriteria basis dan berpotensi untuk dikembangkan, (2) potensi lahan yang tersedia seluas 2901,59 ha atau 46,19 %, (3) Usahatani cabai rawit di Kabupaten Konawe juga layak untuk dikembangkan dengan nilai kelayakan R/C ratio yakni 2,40, (4) Strategi pengembangan komoditas unggulan dapat dilakukan dengan perluasan lahan dan areal tanam komoditas unggulan, peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pemanfaatan keterampilan dan pengalaman petani dalam meningkatkan produksi yang berkualitas, bersaing di pasaran serta dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen, serta pengembangan kawasan komoditas unggulan berdasarkan potensi wilayah.

 

Kata Kunci : holtikultura, komuditas unggulan, pengembangan


Full Text:

PDF

References


Ardhana, Adnan dan Muhammad Abdul Qirom. (2017). Analisis Komoditas Unggulan Di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Hulu Sungai Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(2),143-155

Dewi, Ni Made Winda Savitri dan I Nyoman Mahaendra Yasa. (2018). Analisis Sektor Potensial Dalam Menetapkan Perencanaan Pembangunan Di Kabupaten Karangasem. E-Jurnal EP Unud, 7[1], 152-183

Hendayana, R. (2003). Aplikasi metode location quotient (LQ) dalam penentuan komoditas unggulan nasional. Informatika Pertanian, 12, 1–21

Hidayat, M Erwin dan Rimadewi Supriharjo. (2014). Identifikasi Sub Sektor Unggulan Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Teknik Pomits, 3(1); C-16 – C19

Kasuba, Suhdan, V.V.J. Panelewen, Erwin Wantasen. 2015. Potensi Komoditi Unggulan Agribisnis Hortikultura Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Halmahera Selatan. Jurnal Zootek. (36)1, 390-402

Rahman, R. (2015). Perencanaan penggunaan lahan pertanian berbasis komoditas unggulan di wilayah Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. (Tesis). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Saptana, S., Daryanto, A., Daryanto, H. K., & Kuntjoro, K. 2010. Strategi Manajemen Resiko Petani Cabai Merah pada Lahan Sawah Dataran Rendah di Jawa Jawa Tengah. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 7(2), 115-131.

Sari, Dwi Agustina Wantika dan Dwi Agustina Wantika. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Komoditas Unggulan Hortikultura di Kawasan Agropolitan Ngawasondat Kabupaten Kediri. Jurnal Teknik, 5 (1) : C64-C69

Setiawati, A. R., Sitorus, S. R. P., & Widiatmaka. (2016). Perencanaan penggunaan lahan komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Tanah Datar. Tata Loka, 18(3), 131–140

Usman. (2015). Analisis Sektor Basis dan Subsektor Basis Pertanian Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Papua: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua.

Wijaya S. (2009). Studi Penggunaan Empat Jenis Pati Sebagai Bahan Pengental Terhadap Karakteristik Fisikokimia, Mikrobiologi Dan Sensori Saus Cabai Selama Penyimpanan. [Skripsi]. Semarang : Fakultas Teknologi Pertanian.Universitas Katolik Soegijapranata




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpw.v6i1.17334

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


About license: 
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
 
LOKASI