Studi Klasifikasi Tingkat Kekumuhan di Kawasan Kumuh Boepinang di Bajo Barat dan Bajo Timur

Samuel Samuel, La Baco Sudia, La Ode Ahmad Nur Ramadhan

Abstract


ABSTRACT 

Slum areas are always a concern because of the quality of the environment that is not healthy. The method used is descriptive analysis and quantitative analysis. The results of this research are the existing conditions of slum areas in Boepinang Bajo Barat and Bajo Timur, namely: (1) the area of the slum area reaches 10.32 hectares with (a) the area of the West Bajo slum area is 4 Ha; (b) the area of the slum area of East Bajo is 6.32 Ha. Slum areas in Boepinang (East Bajo) and West Boepinang (West Bajo) Villages are included in priority scale one (1). Need attention in settlement management.

Keywords ; West Bajo, East Bajo, Slum, Settlements

ABSTRAK 

Permukiman kumuh selalu menjadi perhatian karena dari segi kualitas lingkungan yang tidak sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi eksisting Kawasan Kumuh Boepinang Kumuh Bajo Barat dan Bajo Timur dan untuk mengidentifikasi klasifikasi tingkat kekumuhan di Kawasan Kumuh Boepinang Kumuh Bajo Barat dan Bajo Timur. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu Kondisi eksisting Kawasan kumuh di Boepinang Bajo Barat dan Bajo Timur sebagao berikut : (1) luas kawasan kumuh mencapai 10,32 Ha dengan (a) luas Kawasan kumuh Bajo Barat 4 Ha; (b) luas Kawasan kumuh Bajo Timur 6,32 Ha. Kawasan kumuh di Kelurahan Boepinang (Bajo Timur) dan Boepinang Barat (Bajo Barat) masuk skala prioritas satu (1). Perlu Perhatian dalam pengelolaan permukiman.

Kata Kunci ; Bajo Barat, Bajo Timur, Kumuh, Permukiman


Full Text:

PDF

References


Emerson, K.Nabatchi T,.Balogh S. (2011).“An Integrative Framework for Collaborative Governance”. Journal of Public Administration Research and Theory Advance. Access published May 2, 2011.

Hasni. 2010. Hukum Penataan Ruang dan Penatagunaan Tanah Dalam Konteks UUPA, UUPR dan UUPLH. Jakarta: Rajawali Pers

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh

Putro D,J. 2011. Penataan Kawasan Kumuh PinggiranSungai Di Kecamatan Sungai Raya. Jurnal Teknik Sipil Untan / Volume 11 Nomor 1

Nuissl, H., Heinrichs, D. (2013). “Slums: perspectives on the definition, the appraisal and the management of an urban phenomenon”. Journal of the Geographical Society of Berlin. 144(2).

Santosa, D. P. 2007. Penanganan Permukiman Kumuh Perkotaan Melalui Penyediaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Supriyatno, Budi. (2014). “Role of Government in Jakarta Organize Slum Area”. Scientific Research Journal (SCIRJ). 2(5)

Sutiarti, EnyEndang. 2006. Faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya kawasan permukiman kumuh di kawasan pusat kota (Studi kasus pada kawasan pancuran Kota Salatiga). Tesis. Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro

Syamsiar, Nur Ratika, Batara Surya, Syahriar Tato. 2020. Evaluasi Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Pada Penanganan Program Kotaku Kelurahan Banggae Kabupaten Majene). URSJ, Vol. 2 No. 2 p. 54-65

Wijaya, Donny Wahyu. 2016. Perencanaan penanganan kawasan permukiman kumuh studi penentuan kawasan prioritas untuk peningkatan kualitas infrastruktur pada kawasan pemukiman kumuh di Kota Malang. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP). Vol. 2 No. 1 p. 1-10.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpw.v6i1.17133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


About license: 
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
 
LOKASI