Kecernaan Ransum yang Mengandung Limbah Roti pada Domba

Shiyami Asri Yamashita, Rani Darliani Rachmat, Ana Rochana Tarmidi, Budi Ayuningsih, Iman Hernaman

Abstract


ABSTRAK

Limbah roti memiliki potensi sebagai pakan untuk domba, namun belum banyak diketahui dampaknya terhadap kecernaan. Penelitian bertujuan untuk menguji ransum yang mengandung limbah roti terhadap kecernaan pada domba. Dua puluh ekor domba lokal dengan bobot hidup 34,65±2,87 kg dialokasikan ke dalam 5 ransum perlakuan yang mengandung limbah roti sebanyak 0, 6, 12,18, dan 24%. Penelitian dilaksanakan secara eksmperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan sidik ragam. Hasil menunjukan bahwa penggunaan limbah roti sampai 24% dalam ransum tidak berpengaruh terhadap kecernaan protein kasar, lemak kasar, bahan kering dan bahan organik dengan nilai rataan berturut-turut 54,91%, 73,39%, 66,80% dan 69,86%. Kesimpulan, limbah roti dapat digunakan dalam ransum sampai 24% dan tidak menganggu kecernaan pada domba.

Kata kunci: domba, kecernaan, limbah, ransum, roti

ABSTRACT

Bread waste has potential as a feed for sheep, but not yet known the impact on digestibility. The research aims to test the ration containing bread waste on digestibility in sheep. Twenty local sheep with a body weight of 34.65 ± 2.87 kg were allocated into 5 treatment rations containing bread waste of 0, 6, 12.18, and 24%. The study was conducted experimentally using a completely randomized design. The data collected was analyzed by variance. The results showed that the use of bread waste up to 24% in the ration did not affect the digestibility of crude protein, crude fat, dry matter and organic matter with an average value of 54.91%, 73.39%, 66.80% and 69.86%. Conclusion, bread waste can be used in rations up to 24% and does not interfere with digestibility in sheep.

Keywords: sheep, digestibility, waste, ration, bread


Full Text:

PDF

References


AOAC. 2005. Official Methods of Analysis.18th ed. Association of Official Agricultural Chemists. Washington, DC.

Banerjee, G.C. 1978. Animal Nutrition. Oxford & IBM Pub. Co Calcutta.

Gatenby, R.M. 1986. Sheep Production in the Tropics and Sub Tropics. Edisi ke-1. Longman inc., New York.

Hartadi, H.S. Reksohadiprodjo, & A.D. Tillman. 2005. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Cetakan ke-5. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Jayani, S.N. & W.J. Pudjihardjo. 2013. Faktor penyebab stagnant dan stockout bahan makanan kering di instalasi gizi RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia (1):280-290.

Lubis, S., R. Rachmat, Sudaryono, & S. Nugraha. 2002. Pengawetan dedak dengan metode inkubasi. Balitpa Sukamandi. Kerawang

Martens, D.R. 1993. Rate and extent of digestion. In Quantitaive Aspect of Ruminant Digestion and Metabolisme. Forbes, J.M. & J. Frence (editor). CAB International. Canada.

Mizana, D.K., N. Suharti, & A. Amir. 2016. Identifikasi pertumbuhan jamur aspergillus sp pada roti tawar yang dijual di kota padang berdasarkan suhu dan lama penyimpanan. Jurnal Kesehatan Andalas 5(2):355-360.

Mustika. A.S., L. Kurniawati, & A. Mustofa. 2015. Karakteristik roti tawar dengan substitusi tepung sorgum (Sorghum bicolor (l) Moench) terfermentasi dan tanpa fermentasi. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian 8(1):1-5.

Oktarina, K., E. Rianto, R. Adiwinarti, & A. Purnomoadi. 2004. Retensi protein pada Domba Ekor Tipis jantan yang mendapat pakan penguat dedak padi dengan aras yang berbeda. J Pengembangan Peternakan Tropis Spec Ed 1:110-115.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Cetakan Pertama. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Pusuma, D.P., Y. Praptiningsih, & M. Choiron. 2018. Karakteristik roti tawar kaya serat yang disubstitusi menggunakan tepung ampas kelapa. Jurnal Agroteknologi 12 (1):29-42.

Ranjhan, S. K. 1977. Animal Nutrition. 3rd Ed. Vikas Publishing House. New Delhi.

Steel, R.G.D. & J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. Cetakan ke-4. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Suryani, S., I. Nurjanah, & I. Hernaman. 2009. penyerapan timbal (Pb) pada mencit (Mus musculus) yang diberi daun putri malu (Mimosa pudica L.) dalam Ransum. Biotika 7(1):8-14.

Schneider, B.H & W. P. Flatt. 1975. Evaluation of Feed Trough Digestibility. The University of Georgia, Athens, G.A.

Teti, N., R. Latvia, I. Hernaman, B. Ayuningsih, D. Ramdani, & Siswoyo. 2018. Pengaruh imbangan protein dan energi terhadap kecernaan nutrien ransum domba garut betina. JITP 6 (2):97-101.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, & S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Edisi Keenam. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Wiseman, J. 1990. Variability in the Nutritive Value of Fats for Ruminant. Butterworths. London.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jitro.v7i1.9701

Refbacks

  • There are currently no refbacks.