Perbandingan Susu Sapi Perah Pada Pemerahan Pagi dan Sore Terhadap Total Plate Count dan Colioform di KUD Gemah Ripah Sukabumi Jawa Barat

Raden Febrianto Christi, Didin Supriat Tasripin, Dwi Suharwanto, Eka Wulandari

Abstract


ABSTRAK

Susu adalah cairan putih yang keluar dari ambing sapi perah yang memiliki kandungan gizi yang baik. Kualitas susu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah Total Plate Count dan Colioform. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan  susu sapi perah pada pemerahan pagi dan sore terhadap TPC dan Colioform di KUD Gemah ripah, Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah uji t berpasangan dengan sampel ternak sapi perah 14 ekor yang masing-masing diulang sebanyak 7 ekor dengan masa laktasi sama. Sampel susu diambil 100ml dari setiap ekor dengan waktu pemerahan berbeda kemudian dimasukkan pada coolbox untuk dilakukan pengujian nilai TPC dan Colioform di Laboratoium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPC dan colioform pada pemerahan susu pagi hari menghasilkan pengaruh nyata (P<0,05) dibandingkan pada susu hasil pemerahan sore yaitu 1,1 x 106 CFU/ml dan 6985,714 CFU/mL. Kesimpulan menunjukkan bahwa TPC dan colioform pada susu pada berbagai waktu pemerahan yang berada di KUD gemah ripah, sukabumi termasuk pada kualitas yang premium jika dibandingkan dengan kualitas SNI.

Kata kunci : colioform, pemerahan pagi sore, susu sapi perah, total plate count,

ABSTRACK

Milk is a white liquid that comes out of a dairy cow's udder which has good nutritional content. Milk quality is strongly influenced by several factors, one of which is the Total Plate Count and Coloform. The purpose of this study was to determine the comparison of milk from dairy cows in the morning and evening milking of TPC and Colioform in Kemah Gemah ripah, Sukabumi. The research method used was paired t test with samples of 14 dairy cows, each of which was repeated as many as 7 with the same lactation period. Milk samples were taken 100ml from each tail with different milking times and then put in a coolbox for testing the value of TPC and Coloform in Laboratory. The results showed that TPC and colioform in milking in the morning produced a significant effect (P<0.05) compared to milk produced by afternoon milking namely 1.1 x 106 CFU / ml and 6985.714 CFU / mL. The conclusions show that TPC and colioform in milk at various milking times in KUD Gemah ripah, sukabumi are included in premium quality when compared to SNI quality.

Keywords: colioform, dairy cow milk, milking morning afternoon, total plate count

Full Text:

PDF

References


[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2011. SNI 3141.1:2011 Tentang Syarat Mutu Susu Segar. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Cahyono, D., M.C. Padaga, & M.E. Sawitri. 2013. Kajian kualitas mikrobiologis (total plate count (TPC), enterobacteriaceae, dan Staphylococcus aureus) susu sapi segar di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu dan Tehnologi Hasil Ternak 8(1)1-8.

Gustiani, E. 2009. Pengendalian cemaran mikroba pada bahan pangan asal ternak (daging dan susu) mulai dari peternakan sampai dihidangkan. Jurnal Litbang Pertanian 28(3):96-100.

Estiasih, T. & K.G.S. Ahmadi. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Rajawali Press. Jakarta.

Hidayat, A. 2010. Manajemen Kesehatan Pemerahan. Dinas Peternakan Jawa Barat. Bandung

LeJeune, J.T. & P.J. Rajala-Schultz. 2009. Unpasteurized Milk: A Continued Public Health Threat. Food Safety. Clinical Infectious Diseases 48(1):93-100.

Meutia, N., T. Rizalsyah, S. Ridha, & M.K. Sari. 2016. Residu antibotika dalam air susu segar yang berasal dari peternakan di wilayah Aceh Besar. Jurnal Ilmu Ternak 16(1):1-5.

Kasiram, M. 2010. Metode Penelitian Kualitatif-Kuantitatif. Universitas Islam Negeri Maliki Press. Malang.

Murdiati, T.B., A. Priadi., S. Rachmawati, & Yuningsih. 2004. Susu pasteurisasi dan penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Jurnal IImu Ternak dan Veteriner 9(3):172-180.

Nwankwo, I.U., N. Amaechi, & W.A. Adiele. 2015. Microbial evaluation of raw milk from dairy farms in Udi L.G.A Enugu State, Nigeria. Journal of Agriculture and Veterinary Science. 8(3):60-65.

Putri, A. M, & Kurnia, P. 2018. Identifikasi keberadaan bakteri coliform dan total mikroba dalam es dung-dung di sekitar kampus Universitas Muhamadiyah Surakarta. Media Gizi Indonesia 13 (1):41-48.

Suwito, W. 2010. Bakteri yang sering mencemari susu: deteksi, patogenisis, epidemiologi, dan penegndalian. Jurnal Litbang Pertanian 29(3):96-100.

Taufik, E., G. Hildebrandt, J.N. Kleer, T.I. Wirjantoro, K. Kreausukon, K.H. Zessin, M.P.O. Baumann, & F.H. Pasaribu. 2011. Microbiological quality of raw goat milk in Bogor, Indonesia. Media Peternakan 43:105-110.

Zain, W.N.H. 2013. Kualitas Susu Kambing Segar Di Peternakan Umban Sari Dan Alam Raya Kota Pekanbaru. Jurnal Peternakan 10(1):24-30.

Zurriyati Y., R.R. Noor, & R.R.A. Maheswari. 2011. Analisis molekuler genotipe kappa kasein (κ-kasein) dan komposisi susu kambing Peranakan Etawah, Saanen dan Persilangannya. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 16(1):61-70.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jitro.v7i1.8989

Refbacks

  • There are currently no refbacks.