Motilitas Dan Daya Hidup Spermatozoa Asal Epididimis Sapi Persilangan yang Diencerkan dengan Air Tebu

Muhammad Riyadhi, Muhammad Rizal, Muhammad Thahir

Abstract


ABSTRAK

Air tebu diketahui mengandung sukrosa yang dapat meningkatkan energi bagi motilitas spermatozoa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan air tebu dan kuning telur dalam mempertahankan kualitas spermatozoa asal kauda epididymis sapi persilangan.  Penelitian ini menggunakan epididimis sapi persilangan dari rumah pemotongan hewan (RPH) Basirih Kotamadya Banjarmasin.  Spermatozoa yang dikoleksi ditempatkan ke dalam empat tabung reaksi masing-masing terdiri dari: 80% pengencer laktosa + 20% kuning telur ayam ras (kontrol), 45% air tebu + 45% akubidestilata + 10% kuning telur ayam ras (ATKT10), 42,5% air tebu + 42,5% akubidestilata + 15% kuning telur ayam ras (ATKT15), dan 40% air tebu + 40% akubidestilata + 20% kuning telur ayam ras (ATKT20). Parameter pengamatan adalah motilitas, daya hidup, dan membran plasma utuh.  Hasil penelitian menunjukkan motilitas pengencer kontrol (65%), berbeda nyata (P<0,05) dengan ATKT10 (49%), ATKT15 (48%) dan ATKT20 (54%), namun demikian ATKT20 masih lebih tinggi (P<0,05) dengan ATKT10 dan ATKT15.  Persentase daya hidup spermatozoa berbeda nyata (P<0,05) antara kontrol (79,60%) dengan ATKT10 (72,40%), ATKT15 (73,20%), dan ATKT20 (74,60%), akan tetapi ATKT20 dan ATKT15 masih lebih baik (P<0,05) dari ATKT10.  Untuk persentase MPU, kontrol sebesar 76,4%, sama dengan (P>0,05) perlakuan ATKT 20 sebesar 76%, akan tetapi persentase MPU kontrol masih lebih baik (P<0,05) dari ATKT 10 sebesar 71,80% dan ATKT15 sebesar 74,20%.  Dari hasil penelitian ini, terlihat kemampuan air tebu mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sampai dengan dua hari.

Kata Kunci : air tebu, sapi persilangan, spermatozoa asal kauda epididimis

ABSTRACT

          Sugarcane juice is known to contain sucrose which can increase energy for spermatozoa motility.  The object of the study was to determine the ability of sugarcane juice and egg yolk in maintaining the quality of spermatozoa from cauda epididymis of crossbred cattle. This study used epididymal of crossing cattle from the slaughterhouse of Basirih - Banjarmasin.  The collected spermatozoa were divided into four test tubes with the same volume in according to the number of treatments i.e. : 80% lactose + 20% egg yolk  (control), 45% sugarcane + 45% aquabidest +10% egg yolk (ATKT10), 42.5% sugarcane +  42.5% aquabidest +15% egg yolk (ATKT15), and 40% sugarcane + 40% aquabidest +20% egg yolk (ATKT20). The parameter observed included percentage of motility, viability and intact plasma membrane (IPM).  The results showed that (1) the percentage of motility (65%) and spermatozoa viability (79.60%) of control were higher (P <0.05) than in other treatments, however, ATKT20 had a higher percentage of both parameters than in ATKT10 and ATKT15; (2) the percentage of IPM control (76,4%) was not significantly different (P>0,05) to ATKT20 (76%). Both treatments have higher of IPM than ATKT10 (71.80%) and ATKT15 (74.20%).  The sugarcane juice was able to maintain spermatozoa motility for up to two days.

Keywords: crossbred cattle, spermatozoa from cauda epididymis, sugarcane juice

Full Text:

PDF

References


Agung, B., W. Handang, & M. Mirandy, P.S. 2013. Peningkatan kualitas post thawing spermatozoa epididimis sapi dengan suplementasi catechin sebagai antioksidan pada pengencer semen. J Ilmu Ternak 13: 34-36.

Arifiantini, R.I. 2012. Teknik Koleksi dan Evaluasi Semen Pada Hewan. IPB Press. Bogor.

Bardan, Feradis, & T. Adelina. 2009. Penggunaan air tebu yang dikombinasikan dengan kuning telur sebagai pengencer semen sapi bali. J. Peternakan 6:36-43.

Barker, C. & J. Gandier. 1957. Pregnancy in a mare resulting from frozen epididymal spermatozoa. Canadian J of Comparative Med and Vet. Sci 21: 47.

Bertol, M.A.F., R.R. Weiss, V. Thomas-Soccol, L.E. Kozicki, A.S. Fujita, R.A. de Abreu, & K.T. Green. 2013. Viability of bull spermatozoa collected from epididymis stored at 18-20°C. Braz Arch Biol Technol 56:777-783.

Dwitarizki, N., D. Ismaya, & W. Asmarawati. 2015. Pengaruh pengenceran sperma dengan air kelapa dan aras kuning telur itik serta lama penyimpanan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa domba garut pada penyimpanan 5°C. Buletin Peternakan 39: 149-156.

El-Sheshtawi, R.I., W.S. El-Nattat & G.A.D. Ali. 2017. Cryopreservation of semen cattle using coconut water extender with different glycerol concentrations. Asian Pacific J of Repro 6:279-282.

Erwinda, M.D. & H. Wahono. 2014. The effect of lime concentration addition and cane juice ph value on brown sugar quality. J Pangan dan Agroindustri 2: 54-64.

Graham, J.K. 2001. Assessment of Sperm Quality. Proceedings AAEP 47:302-305.

Herdis, W.A. Darmawan, & M. Rizal. 2016. Penambahan beberapa jenis gula dapat meningkatkan kualitas spermatozoa beku asal epididimis ternak domba. J Kedokteran Hewan 10: 200-204.

Guimarães, T., G. Lopes, P. Ferreira, I. Leal & A. Rocha. 2012. Characteristics of stallion epididymal spermatozoa at collection and effect of two refrigeration protocols on the quality of the frozen/thawed sperm cells. Anim Repro Sci 136: 85-89.

Koziol, K. & M. Koziorowski. 2015. Morphological defects of epididymal spermatozoa in male roe deer (Capreolus capreolus) during the reproductive season. Polish J of Vet Sciences 18:562-572.

Labetubun, J. & I.P. Siwa. 2011. Kualitas spermatozoa epididimis sapi bali dengan penambahan laktosa atau maltosa yang dipreservasi pada suhu 3-5oC. J Vet 12:200-207.

Lima, I.C.S., I.R.A. Andrade, G.V. Aguiar, M.M. Silva, A.G.V. Catunda, G.A. Martins, C.R.F. Gadelha, & A.C.N. Campos. 2013. In vitro evaluation of goat cauda epididymal sperm, cooled in different extenders at 4ºC. Arch Zootec 62:429-437.

Monteiro, G.A., F.O. Papa, F.S. Zahn, J.A. Dellaqua Jr., C.M. Melo, R.R.D. Maziero, B.R. Avanzi, M.A. Alvarenga & P.N. Guasti. 2011. Cryopreservation and fertility of ejaculated and epididymal stallion sperm. Anim Repro Sci 127:197-201.

Neild, D. 2006. Cryopreservation of cauda epididymis spermatozoa from slaughter-house testicles 24 hours after ground transportation. Anim Repro Sci 94: 92-95.

Parera, F., Z. Prihatiny, D.F. Souhoka, & M. Rizal. 2009. Pemanfaatan sari wortel sebagai pengencer alternatif spermatozoa epididimis sapi bali. J Indon Trop Agric 34:50-56.

Patel, G.K., N. Haque, M. Madhavatar, A.K. Chaudhari, D.K. Patel, N. Bhalakiya, N. Jamnesha, P. Patel, & R. Kumar. 2017. Artificial insemination: A. Tool to improve livestock productivity. J of Pharmacognosy and Phytochemistry SP1:307-313.

Revell, S.G. & R.A. Mrode. 1994. An osmotic resistance test for bovine semen. Anim Repro Sci 36:77-86.

Riyadhi, M., A. Setiawan, Herdis, & M. Rizal. 2017. Epididymal spermatoza quality of etawa crossbreed goat in tris extender supplemented with various lactose concentration. J Ked Hewan 11:15-18.

Riyadhi, M., A. Wahdi, & M. Rizal. 2019. Kriopreservasi semen kambing boer dengan konsentrasi pengencer nira aren dan gliserol berbeda. J Ilmu Teknologi Peternakan Tropis 6:1-7.

Rizal, M. 2004. Penyimpanan epididimis pada Suhu 5oC selama tiga hari: pengaruhnya terhadap kualitas spermatozoa yang telah dibekukan. Media Kedokteran Hewan 20:57-61.

Rizal, M. 2009. Daya hidup spermatozoa epididimis sapi bali yang dipreservasi pada suhu 3-5oC dalam pengencer tris dengan konsentrasi laktosa yang berbeda. J Ilmu Ternak dan Vet 14:142-149.

Rizal, M., M. Riyadhi, B. Irawan, A. Wahdi, Habibah, & Herdis. 2017. Daya hidup spermatozoa epididimis sapi persilangan yang dipreservasi dengan air kelapa muda pada suhu 5oC. J Vet 18:571-579.

Roels, K., B. Leemans, C. Ververs, J. Govaere, M. Hoogewijs, & A. Van Soom. 2014. Collection and freezing of equine epididymal spermatozoa. Vlaams Diergeneeskundig Tijdschrift 83:321-325.

Sari, N.M.D.P, W. Bebas, & I.G.N.B. Trilaksana. 2015. Madu meningkatkan kualitas semen kalkun selama penyimpanan. Buletin Veteriner Udayana 7: 164-171.

Senger, P.L. 2012. Pathways to Pregnancy and Parturition. 3rd Ed. Current Conceptions, Inc. Pullman.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2017. SNI 4869-1, Semen Beku-Bagian 1: Sapi. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Steel, R.G.D. & J.H. Torrie.1993. Prinsip dan Prosedur Statistik, Suatu Pendekatan Biometrik. Terjemahan Sumantri, B. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Swellum, A.A., H.A. Mansour, A.A. Elsayed, & H.A. Amer. 2011. Comparing ethylene glycol with glycerol for cryopreservation of buffalo bull semen in egg-yolk containing extenders. Theriogenology 76:833-842.

Williams, A.C. & W.C.L. Ford. 2001. The role of glucose in supporting motility and capacitation in human spermatozoa. J of Andrology 22: 680-695.

Yovita & Sumiarsih. 2000. Pembudidayaan Tebu di Lahan Sawah dan Tegalan. Penebar Swadaya. Surabaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jitro.v7i1.8855

Refbacks

  • There are currently no refbacks.