Performa Ayam Sentul yang Diberi Ransum Mengandung Indigofera zollingeriana

Asep Suherman, Yudhi Mahmud, Wiwik Ambasari, Iman Iman Hernaman, Hani Yuhani, Rukmantoro Salim

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Indigofera zollingeriana dalam ransum terhadap kinerja ayam sentul. Seratus empat puluh empat ekor ayam Sentul dialokasikan ke dalam 6 perlakuan dan 4 ulangan. Unggas tersebut dipelihara dari mulai day old chick (DOC) sampai umur 3 minggu dengan diberi ransum BR 501 CP, selanjutnya selama 7 minggu diberi ransum perlakuan. Ransum perlakuan tersebut adalah 1) R1 = ransum komersial (Sinta SP 22), 2) R2 = ransum yang biasa digunakan peternak, 3) R3 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 20% tanpa jagung, 4) R4 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 10%, 5) R5 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 15%, 6) R6 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 20% dan mengandung jagung. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dan data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi dan konversi ransum tidak menunjukan perbedaan yang nyata, tapi pertambahan bobot badan tertinggi (P<0,05) dicapai pada R1 dengan bobot badan akhir sebesar 833,25 g pada umur 10 minggu. Ransum R4 yang mengandung Indigofera zollingeriana 10% menghasilkan pertambahan bobot badan yang sama dengan R1 dengan bobot akhir penelitian sebesar 722 g. Kesimpulan Indigofera zollingeriana sebanyak 10% dapat diberikan dalam ransum ayam sentul.

Kata kunci:  ayam sentul, performa, Indigofera zollingeriana

ABSTRACT

This study was aimed to utilize Indigofera zollingeriana in diets on the performance of sentul chicken. One hundred and fourty four sentul chickens were allocated into 6 treatments and 4 repetitions. This poultry was kept from DOC until the age of 3 weeks with BR 501 CP diets, next for 7 weeks fed treatment diets. The treatment diet was 1) R1 = commercial diet (Sinta SP 22), 2) R2 = diet commonly used by breeder, 3) R3 = diet containing Indigofera zollingeriana 20% without maize, 4) R4 = diet containing Indigofera zollingeriana 10%,  5) R5 = diet containing Indigofera zollingeriana 15%, 6) R6 = diet containing Indigofera zollingeriana 20% and containing maize. The study used a complete randomized design and the collected data were analyzed by Duncan test. The results showed that the consumption and conversion of diets did not show any significant difference, but the highest body weight gain (P <0.05) was achieved in R1 with final bodyweight of 833.25 g at 10 weeks. The R4 diet containing 10% Indigofera zollingeriana resulted in the same weight gain as R1 with the final weights of 722 g. Conclusion Indigofera zollingeriana as much as 10% can be given in sentul chicken diets.

Keywords: performance, Indigofera zollingeriana, sentul chicken


Full Text:

PDF

References


Andriyanto, A.S. Satyaningtijas, R. Yufiandri, R. Wulandari, V. M. Darwin, & S.N.A. Siburian. 2015. Performa dan kecernaan pakan ayam broiler yang diberi hormon testosteron dengan dosis bertingkat. Acta Veterinaria Indonesiana 3(1):29-37.

Akbarillah T.D., Kaharuddin, & Kususiyah. 2002. Kajian daun tepung Indigofera sebagai suplemen pakan produksi dan kualitas telur. Dalam: Laporan penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Ditjen PKH. 2018. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penerbit Kementerian Pertanian, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta.

Gustira, D.E., Riyanti, & T. Kurtini. 2015. Pengaruh kepadatan kandang terhadap performa produksi ayam petelur fase awal grower. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 3(1):87-92.

Graf, E. 1983. Calcium binding to phytic acid. J Agric and Food Chem. 31:851-855.

Halloran, H.R. 1980. Phytate phosphorus in feed formulation. Feedstuffs.

Kumar, D., & A.N. Jhariya. 2013. Nutritional, medicinal and economical importance of corn: A mini review. Res. J Pharm Sci. 2:7-8.

Kurnia, Y. 2011. Morfometrik Ayam Sentul, Kampung dan Kedu pada Fase Pertumbuhan dari Umur 1-12 Minggu. Karya Ilmiah. Program Alih Jenis. Departemen Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Meyliyana, S.Mugiyono, & Roesdiyanto. 2013. Bobot badan berbagai jenis ayam sentul di gabungan kelompok tani ternak ciung wanara kecamatan ciamis kabupaten ciamis. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3):985-992.

Nataamijaya, A.G. 2000. The native of chiken of Indonesia. Bull Plasma Nutfah 6 (1):1-6.

Nataamijaya, A.G. 2005. Karakteristik penampilan pola warna bulu, kulit, sisik, dan paruh ayam pelung di Garut dan ayam sentul di Ciamis. Bull Plasma Nutfah 10(1):1-10.

Nataamijaya, A.G., K. Diwyanto, Haryono, E. Sumantri, & M. Kusni. 1994. Karakteristik morfologis delapan varietas ayam bukan ras (Buras) langka. Pros. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Ciawi -Bogor, 25-26 Januari 1994. Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 605-614.

Nataamijaya, A.G., K. Diwyanto, S.N. Jarmani, & Haryono, 1995. Konservasi Ayam Buras Langka (Pelung, Nunukan, Gaok, Kedu Putih dan Jenis Ayam Buras Lainnya). Laporan Kemajuan Penelitian Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor bekerjasama dengan Proyek Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah Pertanian, Bogor. hlm. 1-20.

Nataamijaya, A.G., S.N. Jarmani, & T. Sartika. 1996. Konsep Strategi Penanganan Pelestarian Plasma Nutfah Pertanian Secara Ex-situ Ternak Ayam Buras. Proyek Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah Pertanian. Bogor.

Nataamijaya, A.G., A.R. Setioko, B. Brahmantyo, & K. Diwyanto. 2003. Performans dan karakteristik tiga galur ayam lokal (pelung, arab, sentul). Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29-30 September 2003. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 353-359.

Nurhayati, A. 2001. Studi fenotif ayam sentul di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Palupi, R., L. Abdullah, Astuti, & D.A., Sumiati. 2014. Potensi dan pemanfaatan tepung pucuk Indigofera sp. sebagai bahan pakan substitusi bungkil kedelai dalam ransum ayam petelur. JITV 19 (3):210-219.

Resnawati, H. 2005. Preferensi konsumen terhadap daging dada ayam pedaging yang diberi ransum menggunakan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 12-13 September 2005. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 744-748.

Schaible, P.J. 1979. Poultry Feed and Nutrition. The Avi Publishing Inc. New York.

Sirait, J., K. Simanihuruk, & R. Hutasoit. 2009. The potency of Indigofera sp. as goat feed: production, nutritive value and palatability. In: Proceeding of International Seminar on Forage Based Feed Resources. Bandung, 3-7 Agustus 2009. Food and Fertilizer Technology Centre (FFTC) ASPAC, Livestock Research Centre-COA, ROC and IRIAP. Taipe. p. 4-7.

Sopian, Y., S. Darwati, & C. Sumantri. 2015. Performa F1 antara ayam aentul x kampung dan ayam pelung x sentul pada umur 0-12 minggu. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 3(3):131-137.

Steel, R.G.D. & J.H. Torrie. 1996. Prinsip dan Prosedur Statistika. Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Uzer, F., N. Iriyanti, & Roesdiyanto. 2013. Penggunaan pakan fungsional dalam ransum terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(1):282-288.

Wahju, J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Cerakan keempat. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Widodo, I. 2009. Pengaruh penambahan mineral supplement “biolife” dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Karya Ilmiah. Universitas Brawijaya. Malang.

Zuprizal, M. Larbier, A.M. Chagneau, & P.A. Geraert. 1993. Influence of ambient temperature on true digestibility of protein and amino acids of rapeseed and soybean meals in broilers. Poultry Sci. 72:289-295.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jitro.v7i1.8590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.