Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun

Muhammad Sultan Firman Syah, Abdul A Manaf, Fera The

Abstract


Dispepsia merupakan kumpulan rasa tidak nyaman, nyeri epigastrium, kembung, mual muntah, sendawa dan rasa penuh. Stres, pola makan, makanan/minuman iritatif, obat anti inflamasi non-steroid (OAINS), Helicobacter pylori, alkohol dan merokok merupakan faktor risiko dispepsia. Meski berada di urutan ke-8 dari 10 penyakit spesifik di Maluku Utara, belum ada penelitian terkait hubungan faktor risiko dengan kejadian pada kelompok ini, khususnya pada kaum muda di Universitas Khairun. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Metode: Penelitian observasional analitik cross sectional ini dilaksanakan mengunakan metode random sampling dari populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun pada Januari 2022. Data diperoleh melalui kuesioner. Hasil: Dari 136 sampel, sebagian besar berusia 20-24 tahun (54,4%), 71,3% perempuan, 52,5% memiliki tingkat stres normal, 64,7% memiliki pola makan teratur, 56,6% mengonsumsi makanan/minuman iritatif, 23,5% mengonsumsi OAINS, 2,2% perokok, dan 6,6% mengonsumsi alkohol. Dispepsia fungsional dialami 55,9% mahasiswa. Dari seluruh variabel independen, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional (p<0,05). Simpulan: Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional.
Kata Kunci: Dispepsia, faktor risiko, mahasiswa fakultas kedokteran


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.