ECOLOGICAL PATH SEBAGAI ELEMEN GREEN INFRASTRUCTURE DI KOTA KENDARI (Studi Kasus: Konsep Green Infrastructure Tahun 2017-2037 pada Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Kendari)

I Made Krisna Adhi Dahrma(1), Arief Saleh Sjamsu(2), Irma Nurjannah(3), Dwi Rinnasuri Nuroduola(4),


(1) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu oleo
(2) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu oleo
(3) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu oleo
(4) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu oleo
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Green Infrastructure atau Infrastruktur hijau adalah adalah interkoneksi jaringan dari area alami dan ruang
terbuka yang melestarikan nilai dan fungsi ekosistem alam, menjaga udara dan air yang bersih dan menyediakan
sejumlah manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kota Kendari sebagai kota berkembang saat ini
telah mengembangakan sistem penataan RTH berbasis green infrastructure sebagai konsep dasar dalam
pengembangan masterplan tahun 2017-2037. Salah satu elemen dari green infrastructure ini adalah ecological
path yang berfungsi sebagai struktur hijau ekologi pada kawasan perkotaan. Keberadaan RTH sangat penting
untuk meningkatkan kualitas ekologi perkotaan dan memiliki manfaat lainnya sehingga keberadaannya perlu
dikontrol dan diperhatikan. Permasalahan yang timbul saat ini adalah RTH di Kota Kendari dalam peranannya
sebagai ecological path belum mendapat perhatian dan prioritas dalam pengembangannya. Padahal fungsi dan
peranannya sebagai penyangga ekologi kota sangat penting bagi sebuah kota, sehingga arah pengembangan RTH
dengan fungsi ekologi perlu dipertimbangkan untuk prioritas penataan kedepannya. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk megetahui sejauh mana wujud aplikasi ecological path pada konsep Green Infrastructure pada
pengembangan penataan RTH di Kota Kendari dan bagaimana bentuk-bentuk pemanfaatannya. Metode pada
penelitian ini secara kuantitatif untuk mengetahui kondisi RTH Kota Kendari dari sisi ketersediaan oksigen
perkotaan yang ditunjang oleh keberadaan RTH perkotaan sebagai elemen dalam green infrastructure dan secara
Kualitatif untuk mengetahui wujud dan pemanfaatan RTH dengan menggunakan konsep ecological path sebagai
elemen green infrastructure di Kota Kendari. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ecological path pada
konsep pengembangan RTH di Kota Kendari melalui green infrastructure dapat terlihat dari pemanfaatannya
yang ditujukan sebagai penyokong ekologi kota dalam bentuk microclimate modifier dan siklus oksigen
perkotaan.
Kata Kunci : Ecological Path, Ruang Terbuka Hijau, Green Infrastructure
ABSTRACT
Green Infrastructure is a network interconnection of natural areas and open spaces that preserve the value
and function of natural ecosystems, maintain clean air and water and provide a number of benefits for humans
and other living things. Kendari City as a developing city has developed a green infrastructure-based green
space structuring system as a basic concept in the development of the 2017-2037 master plan. One element of
this green infrastructure is the ecological path that functions as an ecological green structure in urban areas.
The existence of green space is very important to improve the quality of urban ecology and has other benefits so
that its existence needs to be controlled and considered. The problem that arises at this time is that green open
space in the city of Kendari in its role as an ecological path has not received attention and priority in its
development. Whereas its function and role as a city ecological buffer are very important for a city, so the
direction of developing green space with ecological functions needs to be considered for future structuring
priorities. The purpose of this study is to determine the extent of ecological path application in the Green
Infrastructure concept in the development of green space management in Kendari City and how the forms are
utilized. The method in this study is quantitative to determine the condition of Kendari City Green Space in terms
of the availability of urban oxygen which is supported by the presence of urban Green Open Space as an element
in green infrastructure and qualitatively to know the form and utilization of Green Open Space using the concept
of ecological path as an element of green infrastructure in Kendari City. From the results of this study it is
known that the ecological path in the concept of green open space development in Kendari City through green
infrastructure can be seen from its use which is intended to support the ecology of the city in the form of
microclimate modifiers and urban oxygen cycles.
Kata Kunci : Ecological Path, Green open space, Green Infrastructure


References


Bradley, G. A. (Ed), (1995). Urban Forestry Landscapes: Integrating Multidisciplinary Perspective. University

of Washington Press, Seattle.

Davies, R. G., O. Barbosa, R. A. Fuller, J. Tratalos, N. Burker, D. Lewis, (2008). City-wide relationships

between green spaces, urban land use and topography. Urban Ecosystem 11, pp. 269-287.

Fatimah, Indung Siti ed al, (2013). Valuasi manfaat ekologis ruang terbuka hijau (RTH) di Kota bogor dengan

aplikasi citygreen Valuation of ecological benefit of greenery open space of bogor city using citygreen.

Jo, H. K., 2002. Impacts of urban greenspace on offsetting carbon emissions for middle Korea. Journal of

Environmental Management 64, pp. 115-126.

_______, Kota Kendari dalam Angka 2018, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara

Nowak, D. J., (1994). Atmospheric carbon dioxide reduction by chicago‟s urban forest. Di dalam: Mc Pherson

EG, Nowak DJ, Rowntree RA, editor. Chicago‟s urban forest ecosystem: result of the Chicago urban forest

climate project. USDA, Forest Service, Pennsylvania, pp. 83-94.

________, Peraturan Menteri Nomor.05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Penataan Ruang

Terbuka Hijau Perkotaan.

Rencana Induk Ruang Terbuka Hijau Kota Kendari Tahun 2017-2037, (2018). Dinas Perencanaan dan

Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari.

Shafer, C., (1999). US National Park buffer zones: historical, scientific, social, and legal aspects. Environmental

Management. 23 (1), pp. 49-73.

Software. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 3, No. 1 Juli 2013, hal: 31-38.

Wisesa, J. (1998). Peentuan Luas Hutan Kota Berdasarkan Kebutuhan Oksigen. IPB. Bogor

Yuan, F., M. E. Bauer, (2007). Comparison of impervious surface area and normalized difference vegetation

index as indicators of surface urban heat island effects in landsat imagery. Remote Sensing Environment

, pp. 375-386.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 15 times
PDF Download : 27 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.