PENGARUH PENGGUNAAN AC (AIR CONDITIONER) TERHADAP FENOMENA SICK BUILDING SYNDROME PADA RUANG ADMINISTRASI DI UNIVERSITAS HALU OLEO

Siti Belinda Amri(1), Aspin Aspin(2),


(1) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo
(2) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Penggunaan pendinginan udara buatan seperti Air Conditioner (AC) adalah salah satu alternatif untuk
menambah produktivitas dan kenyamanan termal di dalam ruang. Perangkat AC juga disinyalir sebagai media
tempat berkembangnya berbagai jenis mikroba yang menggangu kesehatan. Penggunaan AC yang tidak sesuai
standar mempengaruhi kesehatan penggunanya. Fenomena ini dikenal sebagai Sick Building Syndrome (SBS).
SBS adalah akumulasi dari berbagai permasalahan kesehatan yang disebabakan kualitas udara di sekitar
lingkungan. SBS dapat juga didefinisikan sebagai permasalahan kesehatan yang non spesifik dari para penghuni
ruang yang mengakibatkan mata merah dan berair, bersin, kulit kering, dan alergi terhadap udara dingin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penghuni ruang yang bekerja di dalam ruang ber-
AC berdasarkan usia, kebiasan dan insiden yang mungkin terjadi berdasarkan gejala-gejala sick building
syndrome. Tipe penelitian adalah deskriptif dari kondisi dan penghuni yang berada didalam ruang kerja ber-AC.
Variable studi yakni karakteristik ruang ber-AC serta faktor kesehatan pengguna ruang. Jumlah sampel dipilih
secara acak sebanyak 25 orang pegawai yang tersebar di 4 ruang administrasi ber-AC di lingkup Universitas
Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pegawai menghabiskan waktu sekitar 7-9 jam di ruangan
ber-AC karena sekitar 52% tidak dapat mentolerir ketidaknyamanan apabila tidak menggunakan AC. Hal
tersebut tentunya berdampak pada kesehatan, diantaranya kelainan kelembaban kulit diderita sebanyak 40%
responden, serta sesak nafas dan sakit kepala diderita sekitar 24% responden.
Kata kunci: sistem pendinginan, air conditioner, kenyamanan thermal, kantor, sick building syndrom
ABSTRACT
The use of artificial air cooling such as Air Conditioner (AC) is one alternative to increase productivity and
thermal comfort in the room. AC devices are also allegedly as a medium for the development of various types of
microbes that interfere with health. The use of AC that is not in accordance with the standards affects the health
of its users. This phenomenon is known as Sick Building Syndrome (SBS). SBS is an accumulation of various
health problems caused by air quality around the environment. It also can be defined as non-specific health
problems of the occupants of the room that cause red and runny eyes, sneezing, dry skin, and allergic to cold air.
This study aims to identify the characteristics of the occupants of the space working in an air-conditioned room
based on age, habits and incidents that may occur based on symptoms of sick building syndrome. This type of
research is descriptive of the conditions and occupants who are in an air-conditioned workspace. Study
variables are the characteristics of air-conditioned rooms and health factors of rooms users. The number of
samples randomly selected was 25 employees spread across 4 air-conditioned administrative rooms within the
scope of Halu Oleo University. The results showed that the employees spent about 7-9 hours in an airconditioned
room because around 52% of respondents could not tolerate discomfort if they didn't use AC. This
certainly has an impact on health, including skin moisture disorders suffered by as many as 40% of respondents,
and shortness of breath and headaches suffered by around 24% of respondents.
Keywords: refrigeration system, air conditioner, thermal comfort, office, sick building syndrom


References


DAFTAR REFERENSI

______. (2001). 03-6572-2001: Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara Pada Bangunan Gedung.

______. (2012). Peraturan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral No 14 Tahun 2012.

______. (2018). Kota Kendari Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Kota Kendari: Kendari.

Aditama, Yoga dan Andarini (2002) Sick Building Syndrome. Jurnal Med J Indonesia Vol.11 No.2.

Anies (2006) Penyakit Akibat Kerja. PT. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Ardian A.E., dan Sudarmaji, (2014) Faktor yang Mempengaruhi Sick Building Syndrome di Ruangan Kantor: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 7, No. 2 Januari 2014: 107–117

ASHRAE (2004). Thermal Environmental Condition for Human Occupancy (ASHRAE Standard 55). ASHRAE: Atlanta US.

EPA (1991), Indoor Air Facts No. 4 (Revised). Sick Building Syndrome, Research and Development : (8105) 402-F-94-004 April 1991.

Hartoyo, Slamet. (2009). Skripsi: Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) di Pusat Laboratorium Forensik dan Uji Balistik Mabes Polri. Semarang: Univ. Diponegoro.

Karyono, T.H. (2001). Teori dan Acuan Kenyamanan Termis dalam Arsitektur. Catur Libra Optima: Jakarta.

Koenigsberger, O.H.; Ingersoll, T.G.; Mayhew, Alan; Szokolay, S.V., (1973). Manual of Tropical Housing and Building, Part One Climate Design, Longman: London

Lippsmeir, G. (1994). Bangunan Tropis. Erlangga, Jakarta.

Priyadi, Irnanda. (2009). Optimasi Penggunaan AC Sebagai Alat Pendingin Ruangan, Jurnal Ilmiah Bidang Sains-Teknologi Murni Disiplin dan Antar Disiplin, Vol II, No. 6, September 2009.

Ruth, Safira. (2009). Skripsi: Gambaran Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) dan Faktor-Faktor yang Berhubungan Pada Karyawan PT. Elnusa Tbk di Kantor Pusat Graha Elnusa Tahun 2009. Depok: Universitas Indonesia

Satwiko, Prasasto. (2009). Fisika Bangunan. Andi: Yogyakarta.

Suganda, G.W. (2010). Thesis: Evaluasi Kualitas Udara dalam Ruangan dan Kejadian Sick Building Syndrome di Kantor Pusat PT. X Jakarta. Depok: Universitas Indonesia.

Warsito, Hermawan. (1992) Pengantar Metodologi Penelitian. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 29 times
PDF Download : 37 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.