ANALISIS MORFOLOGI RUANG PADA KAWASAN KAMPUNG KEPUTRAN SURABAYA

Dian Puteri Nurbaity(1),


(1) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Kendari
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Kampung Keputran merupakan kawasan permukiman yang berada di tengah Kota Surabaya yang dikelilingi
oleh bangunan kolonial dengan fungsi sebagai toko dan hotel. Hingga saat ini, bangunan gaya kolonial masih
sering dijumpai di dalam kawasan perkampungan tersebut. Tingginya tingkat pertumbuhan permukiman di
kawasan tersebut menjadikan kampung semakin padat sehingga kurang tertata dan tidak memperhatikan pola
jaringan jalan dalam perkembangan kawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ruang
terbangun (built) dan ruang tidak terbangun (unbuilt) seperti kapling tanah, blok bangunan, dan pola jalan serta
saluran air. Kondisi morfologi ruang ini kemudian dibandingkan dengan teori fungsi ruang yang dikemukakan
oleh Habraken dan Brenda Case Scheer dalam melihat bentuk fisik kota dari lingkungan terbangun dan
kaitannya dalam merancang kota. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
analisa jaringan kota (tissue analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kampung Keputran tidak
memenuhi standar dalam penataan kawasan yang terlihat dari beberapa aspek contohnya tidak ditemukannya
area margin atau batas lahan pada sebagian besar unit hunian. Disampig itu, Kampung Keputran ditemukan dua
kategori dalam menunjukkan bentuk fisik lingkungannya yaitu static dan elastic tissue. Telihat bahwa bangunan
perkampungan sebagai kategori elastic dan parameter segmen yang berada diluar Kampung Keputran termasuk
dalam kategori static tissue. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam proses penataan kawasan
perkotaan khususnya pada kawasan permukiman.
Kata Kunci : Kampung Keputran, Pola Jaringan Jalan, ruang terbangun dan tidak terbangun
ABSTRACT
Kampung Keputran is a residential area in the middle of Surabaya which was built by the colonial with the
function as a shop and hotel. Recently, colonial-style buildings are still often found in this residential area. The
high growth rate of settlements in this area has made this place dense so that it is not organized and does not
pay attention to the road network patern in the region development. This study aims to determine the condition of
the built space and unbuilt space such as land lots, building blocks, and patterns of roads and waterways. The
condition of the spatial morphology is then compared with the theory of spatial functions proposed by Habraken
and Brenda Case Scheer in seeing the physical form of the city from the built environment and its relation in
designing the city. Data were analyzed using qualitative descriptive methods with tissue analysis techniques. The
results of this study indicate that the Keputran village does not meet the standards in the arrangement of the area
which is seen from several aspects, for example, not finding a margin area or land boundary in most residential
units. In addition, Kampung Keputran found two categories in showing the physical form of the environment,
namely static and elastic tissue. It is seen that the building of the village as an elastic category and segment
parameters outside the Kampung Keputran are included in the static tissue category. This research is expected
to be a reference in the process of structuring urban areas, especially in residential areas.
Keywords : Kampung Keputran, Road Network Pattern, Built and Un-Built spaces


References


Habraken, N.J., 1961. The Sitting Architecture Reasearch.

Hillier, B. and Hanson, J., 1989. The social logic of space. Cambridge university press.

Kostof, S., 1991. The city shaped: urban patterns and meanings through history.

Ministry for the Environment, 2006. Urban Design Toolkit.

Norberg-Schulz, C., 1988. Architecture, Meaning and Place Selected Essays.

Scheer, B.C., 2001. The anatomy of sprawl. Places, 14(2).


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 11 times
PDF Download : 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.