KRISIS PENGENALAN KARAKTER TERHADAP WUJUD FISIK ARSITEKTUR BATAK TOBA, BATAK KARO, DAN BATAK SIMALUNGUN PADA GENERASI MUDA

Josephine Roosandriantini(1), Denny Jean Cross Sihombing(2),


(1) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya
(2) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Pada jaman dahulu masyarakat Nusantara kita ini tidak mengenal tulisan, sehingga segala pengetahuan
tentang arsitektur tidak tertulis dan dianggap bahwa rumah adat yang ada tidak dikatakan sebagai sebuah karya
arsitektur. Sedangkan kondisi sekarang ini wujud fisik arsitektur sudah tersedia, literatur mengenai rumah adat
tiap daerah sudah ada walau terbatas. Tetapi kondisi masyarakat di jaman modern ini, perkembangan teknologi
yang semakin canggih membuat generasi muda saat ini lebih kecanduan gadget, segala informasi dan
pengetahuan melalui media online. Sedangkan pengetahuan tentang rumah adat tiap daerah sangatlah terbatas,
sehingga tidak heran jika generasi muda cenderung tidak memahami rumah adat tiap daerah. Penelitian ini
membatasi hanya pada pemahaman wujud fisik arsitektur Batak dengan tiga variasi, yaitu Batak Karo, Batak
Toba dan Batak Simalungun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah wawasan kepada generasi muda
mengenai wujud fisik arsitektur Batak, agar kekayaan budaya bangsa Indonesia tetap dapat dilestarikan. Metode
pengumpulan data dengan menggunakan observasi di lapangan dan literatur mengenai detail dari wujud fisik
arsitektur Batak Karo, Toba dan Simalungun. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis
deskriptif, yaitu menyeleksi data yang diperoleh dari lapangan berdasarkan kualitas kebenarannya, dan
dihubungkan dengan data yang diperoleh dari literatur tentang Batak Karo, Toba dan Simalungun. Kesimpulan
dari penelitian ini bahwa banyak dari generasi muda belum mengenal arsitektur Batak Karo, Toba dan
Simalungun, sehingga memang diperlukan pemahaman mengenai arsitektur Batak dari berbagai media.
Kata kunci : Arsitektur Batak, Generasi Muda, Pengenalan, Wujud Fisik
ABSTRACT
In ancient times our Archipelago community did not know writing, so all knowledge of architecture was not
written and it was assumed that the existing Nusantara house was not said to be an architectural work. Whereas
the present condition of the physical form of architecture is available, the literature on Nusantara houses in each
region already exists even though it is limited. But the condition of society in modern times, increasingly
sophisticated technological developments make the younger generation today more addicted to gadgets, all
information and knowledge through online media. While the knowledge of Nusantara houses in each region is
very limited, so it is not surprising that the younger generation tends to not understand the traditional houses of
each region. This research limits only the understanding of the physical form of Batak architecture with three
variations, namely Batak Karo, Batak Toba and Batak Simalungun. The purpose of this study is to add insight to
the younger generation regarding the physical form of Batak architecture, so that the Indonesian cultural
richness can still be preserved. Methods of collecting data using field observations and literature on the details
of the physical form of Karo, Toba and Batak Simalungun architectures. Data analysis in this study was carried
out by means of descriptive analysis, namely selecting data obtained from the field based on the quality of its
truth, and related to data obtained from the literature on Karo, Toba and Batak Simalungun. The conclusion of
this study is that many of the younger generation are not familiar with the Karo, Toba and Batak Simalungun
architecture, so it is indeed necessary to understand Batak architecture from all media.
Keywords : Architecture Batak, Young Generation, Introduction, Physical Being


References


Pangarsa. W. (2006). Merah Putih Arsitektur Nusantara. Andi. Yogyakarta.

Prasetyo, H. Y. (2014). Eksplorasi Arsitektur Sumatera. Edisi : Etnis Batak Toba. PT. RajaGrafindo Persada.

Jakarta.

Prijotomo, J. (2004). Arsitektur Nusantara Menuju Keniscayaan. Cetakan Pertama. PT. Wastu Lanas Grafika.

Surabaya

Prijotomo, J. (2018). Prijotomo membenahi Arsitektur Nusantara. PT.Wastu Lanas Grafika. Surabaya

Prijotomo, J. (2019). Omo, Uma, Ume, Omah : Jelajah Arsitektur Nusantara Belum Usai. PT. Wastu Lanas

Grafika. Surabaya.

Purbadi Djarot, (2015). Menelusuri dan memahami Arsitektur Vernakular Nusantara. Seminar Nasional

Arsitektur Nusantara.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 19 times
PDF Download : 46 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.