TIPOLOGI TERITORI PADA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN KOTA KENDARI (Studi Kasus: Taman Walikota Kendari)

Arief Saleh Sjamsu(1), Imade Krishna Adhi Dharma(2),


(1) Halu Oleo University
(2) Halu Oleo University
Corresponding Author

Abstract


Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu elemen yang penting dibutuhkan dalam sebuah kota. Ruang terbuka hijau merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktivitas masyarakat baik berkelompok maupun individu (Hakim,1987). Taman WaliKota Kendari adalah salah satu ruang publik yang menyediakan berbagai fasilitas untuk mewadahi aktivitas bagi para pengunjungnya. Suatu seting lingkungan dapat berkembang bila mempunyai daya tarik, yang membuat orang (secara individu maupun kelompok) akan mendatangi seting tersebut. Mereka akan beraktifitas didalamnya, dan dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif yang dikaitkan dengan seting lingkungan, waktu maupun perilaku. Apabila aktifitas tersebut dilakukan secara rutin dan berulang – ulang, maka terbentuklah suatu teritori, yaitu suatu penguasaan terhadap bagian dari seting lingkungan tersebut. Teritori adalah, ruang yang dikuasai dan dikendalikan oleh individu atau kelompok, dimana seseorang atau kelompok tersebut ingin menjadi diri sendiri atau menyatakan diri, memiliki dan melakukan pertahanan. Apabila batas fisik tersebut diganggu dan dilanggar oleh orang atau kelompok lain, maka mereka akan melakukan perlawanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi teritori pada pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kota Kendari yaitu di Taman Kota Kendari.

 

Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Aktivitas, Teritori.


References


Altman, Irwin, 1975, The Environment and Social Behaviour : Privacy, Personal, Space, Teritory and Crowding, Monterey, Brooks/ Cole, California.

Hakim, Rustam, 1987, Unsur perancangan dalam arsitektur lansekap, Bina Aksara, Jakarta.

Halim, D. (2005). Psikologi Arsitektur: Pengantar Kajian Lintas Disiplin. Jakarta: PT. Grasindo

Haryadi dan B. Setiawan. 1995. Arsitektur Lingkungan dan Perilaku; Suatu Pengantar ke Teori, Metodologi dan Aplikasi. Proyek Pengembangan Pusat Studi Lingkungan Direktorat Jendral

Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Jakarta.

Lang, Jon. 1987. Creating Architechtural Theory. Van Nostrad Reinhold Company. New York. 1987

Permen PU No.5/PRT/M. 2008. Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatn Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan.

Porteous, J. D. 1977. Environment and Behavior :Planning and Everyday Urban Life. Addison-

Wesley, British Columbia.

Rapuano, Michael, P.P. Pirone, and Brooks E. Wigginton, 1964 Open Space In Urban Design, The Cleveland Development Foundation, Cleveland, Ohio.

Hilman Firmanyah Tugas Akhir, Tahun 2008. “Kajian Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Guna Menanggulangi Pencemaran Udara Di Pusat Kota Cianjur”. Jurusan Teknik Planologi, Universitas Pasundan.

Stough, R., Brower, S., &Fisher, J. 1976. The effect of metropolitan open space on community life (Second annual report submitted to the National Institute Of Mental Health). Baltimore, Md.:The Johns Hopkins University Center for Metropolitan Planning and Research.

Taylor, R. B. 1977. Territorial cognition and the structure of centrality. Paper presented at th meeting of the Eastern Psychological Association, Boston.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 85 times
PDF Download : 76 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.