PERBANDINGAN KARAKTERISITIK BENTUK RUMAH TRADISIONAL BUGIS DENGAN RUMAH PONDOKAN YANG BERADA DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS HASANUDDIN

Asri Andrias(1), Apuddin Daeng Amir(2), Aspin Aspin(3), Arief Saleh Sjamsu(4),


(1) Halu Oleo University
(2) Halu Oleo University
(3) 
(4) 
Corresponding Author

Abstract


Sejak berdirinya kampus Universitas Hasanuddin di kecamatan Tamalanrea pada awal tahun 1980-an, masyarakat sekitar memanfaatkan peluang tersebut untuk membuat usaha rumah pondokan. Rumah pondokan termasuk jenis usaha dalam bidang ekonomi yang sangat menjanjikan untuk memperoleh keuntungan, sebab usaha ini beresiko rendah, serta tidak memerlukan waktu khusus untuk mengelolanya. Akibat dari motivasi itu, pemilik melakukan modifikasi rumah tradisional Bugis menjadi rumah pondokan. Fokus penelitian ini melihat perbandingan karakteristik rumah tradisional Bugis dan rumah pondokan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rasionalistik dengan mengambil 15 kasus rumah pondokan. Penelitian ini dilakukan di kampung pondokan yang berada disekitar kampus Universitas Hasanuddin yaitu kampung pondokan yang berada disekitar belakang workshop  Universitas Hasanuddin dan kampung pondokan yang berada disekitar jalan Sahabat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akibat modifikasi tersebut telah terjadi perbedaan karakteristik antara rumah Tradisional Bugis dengan rumah pondokan. Perbedaan karakteristik itu dilihat dari 3 faktor penentu yang dikemukakan oleh Habraken (1988) dalam tulisannya berjudul Type Of Social Agreement menyebutkan ada 3 aspek yang dapat dijadikan  tolok ukur perubahan fisik permukiman yaitu : 1. Spasial System (sistem spasial), 2. Physical System (sistem fisik), 3. Stylistic System (sistem gaya/model). Penelitian ini sangat berguna bagi pelestarian budaya dan arsitektur tradisional menyangkut rumah tradisional Bugis dikarenakan pada masa-masa mendatang rumah tradisional Bugis menjadi langka dan dikhawatirkan rumah pondokan yang berada disekitar kampus Universitas Hasanuddin justru menjadi patokan/standart untuk generasi selanjutnya, padahal rumah Tradisional Bugis dan Rumah pondokan memiliki banyak perbedaan.

Kata Kunci : Rumah Tradisonal Bugis, Rumah Pondokan,  Modifikasi, Perbandingan Karakteristik


References


Ching , FDK 1979. Architecture: Form, Space and Order. Van Nostrand Reinhold Company Inc.USA.

Ching, Francis DK, 2008, Arsitektur; Bentuk, Ruang, dan Tatanan, Erlangga, Jakarta.

Habraken .N John, 1988. Type Of Social Agreement. The Collection Of ACA-3 Conferencepaper, Seoul.

HR.Jalius. 2011. Pengertian Tradisonal. diakses tanggal 2 november 2011 dari http://jalius12.wordpress.com/2009/10/06/tradisional.

Linda, Jeane. R. 2019. Rumah Adat Sulawesi Selatan. diakses tanggal 10 juni 2019 dari http://jeanelindar.blogspot.com/2013/12/rumah-adat-sulawesi-selatan.html

Nugroho. Adi Ghofar. 2019. New Keindahan Wisata Rumah Adat Saoraja di Pinrang Sulawesi Selatan. diakses tanggal 10 juni 2019 dari https://ihategreenjello.com/new-keindahan-wisata-rumah-adat-saoraja/

Radja Abdul Mufti, 2000, Keragaman Rumah Tradisional Makassar, Tesis UGM, Yogyakarta.

Rapoport, Amos.1969. House Form and Culture. Prentice Hall. New Jersey : Englewood Cliff.

Ronald,Arya, 2008. Kekayaan dan Kelenturan Arsitektur, Muhammadiyah University Press, Surakarta.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 42 times
PDF Download : 62 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.