KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG)

Nur Nafsi(1), Aspin Aspin(2), Santi Santi(3), Siti Belinda(4),


(1) Alumni Jurusan Planologi Universitas Sultan Agung
(2) Universitas Halu Oleo
(3) Universitas Halu oleo
(4) Universitas Halu Oleo
Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK
Kecamatan Semarang Utara merupakan Kecamatan dengan potensi sosial ekonomi yang tinggi karena didalamnya terdapat pelabuhan, stasiun kereta api dan kawasan-kawasan komersial, potensi sosial ekonomi yang tinggi menyebabkan tingginya aktivitas di lokasi tersebut. Akibatnya wilayah tersebut menarik untuk dijadikan sebagai tempat bermukim, seiring berjalannya waktu banyak pendatang yang ingin tinggal dan menetap di wilayah tersebut, yang kemudian berimbas pada meningkatnya kebutuhan lahan, dan akhirnya mendirikan bangunan di lahan-lahan yang terbatas dan berpotensi untuk menimbulkan kawasan-kawasan kumuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik Permukiman Kumuh di Kecamatan Semarang Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis karakteristik permukiman kumuh yang meliputi kepadatan penduduk, infrastruktur, kondisi bangunan, dan legalitas lahan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Permukiman kumuh di Kecamatan Semarang Utara memiliki karakteristik permukiman kumuh yang bervariasi diantaranya kepadatan bangunan yang tinggi, sampah dan limbah akibat aktivitas warga yang tidak dikelola dengan baik, kondisi jalan dan drainase yang buruk, pengelolaan sanitasi yang kurang memadai, dan sebagian besar bangunan di kawasan kumuh Kecamatan Semarang Utara belum bersertifikat serta ada sebagian bangunan yang berdiri diatas lahan ilegal. Penyebaran Permukiman kumuh tersebut cenderung tumbuh mendekati kawasan-kawasan strategis di Kecamatan Semarang Utara.
Kata Kunci : Permukiman kumuh, Semarang Utara

References


Gusmaini. (2010). Identifikasi Karakteristik Permukiman Kumuh (Studi Kasus : Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur). Bogor: Skripsi Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan Departemen Ilmu Tanah Dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Hanifah, W. (2015). Penilaian Lingkungan Fisik Permukiman Kumuh Di Kawasan Pesisir Kota Semarang. Yogyakarta : Skripsi Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada

Jamaluddin, A., N. (2015). Sosiologi Perkotaan, Memahami Masyarakat Kota & Problematikanya. Bandung : CV. Pustaka Setia

Pemerintah Indonesia. (2011). Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Permukiman. Sekretariat Negara. Jakarta

Pemerintah Indonesia. (2014). Surat Kepurusan (SK) Walikota Semarang No.050/801/2014 Tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Di Kota Semarang. Semarang.

Ridlo, M., A. (2011). Perumahan dan Permukiman Di Perkotaan. Semarang: Unissula Press.

Surtiani, Eny Endang. 2006. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terciptanya Kawasan Permukiman Kumuh Di Kawasan Pusat Kota (Studi Kasus : Kawasan Pancuran, Salatiga). Semarang: Tesis Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah Dan Kota. Universitas Diponegoro.

Susilowati, H. (2009). Perubahan Permukiman Kumuh Di Kecamatan Tanjung Priok. Depok : Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Geografi. Universitas Indonesia.

Togubu, S., Fella W., & Raymond C. T. (2014). Strategi Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Calaca Kota Manado. Jurnal Program Studi PWK Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado, Vol. 6, No. 2, hal. 224.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 156 times
PDF Download : 155 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.