PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ETANOL PADA EKSTRAKSI SENYAWA ANTIOKSIDAN KULIT NANAS (Ananas comosus L.) DENGAN METODE SOKLETASI

Amalia Nur Kumalaningrum, Siti Munfarida, Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, Farrah Widy Herlin, Nova Bachtiar

Abstract


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut etanol pada ekstraksi antioksidan dari kulit nanas. Kulit nanas didapatkan dari wilayah Balikpapan Utara. Kulit nanas dikeringkan pada suhu 60°C dan berat sampel berkurang 78,70%. Sampel kering dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Ekstraksi dilakukan dengan metode Soxhlet selama 4 jam dengan menggunakan variasi pelarut etanol dengan konsentrasi 25%, 40%, 55%, 70% dan 85%. Larutan hasil ekstraksi dievaporasi 50 – 60°C hingga membentuk ekstraks kental etanol yang berwarna kuning kecokelatan dengan bau khas nanas. Hasil perhitungan rendeman menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan ekstraksi dengan pelarut etanol dengan konsentrasi 25 – 70%, yaitu kurang 10%. Rendeman tertinggi diperoleh dari ekstraksi dengan 85% pelarut etanol, yaitu sekitar 20%. Analisis fitokimia dilakukan dengan uji kualitatif beberapa senyawa antioksidan, yaitu flavonoid, alkaloid, polifenol, terpenoid dan steroid. Ekstrak etanol kulit nanas mengandung flavonoid dan polifenol pada setiap variasi konsentrasi pelarut etanol, namun negatif terhadap alkaloid dan steroid. Hanya ekstrak etanol dari 55 – 85% pelarut etanol yang memberikan hasil positif pada terpenoid. Ekstrak etanol dari 85% etanol memiliki intensitas perubahan warna yang paling tinggi. Sehingga, ekstraksi kulit nanas menggunakan metode sokletasi memberikan hasil yang optimal dengan menggunakan pelarut 85% etanol.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.