EFEKTIFITAS LILIN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI DAGING BUAH PALA TERHADAP KESUKAAN KONSUMEN

Sophia G. Sipahelut, Gilian Tetelepta, John Patty, Vita Lawalata

Abstract


ABSTRACT Aromatherapy candles is the alternative application of aromatherapy by inhalation, i.e inhalation of aroma produced by several drops of essential oils. Aromatherapy candles when burnt produce scent that has theurapeutic effect. The objective of this research was to study the effectivity of nutmeg fruit flesh essential oils with different concentrations (1%, 2%, and 3%) to consumer’s preference on aromatherapy candles (wick position, preference on colour, texture, aroma of the candles both before and after burning). Consumer’s preferences were determined by organoleptic test on 20 untrained panellists. The results showed that the higher concentration of the nutmeg fruit flesh essential oils up to 2%. The higher is the preference on the aromatherapy candles. Nutmeg fruit flesh essential oils are classified as hard in aromatherapy therefore with the concentration of 3% the panelist’s preference on aromatherapy candles decreased due to its very strong aroma. Keywords: Aromatherapy candles, flesh of nutmeg fruit, consumer’s preference, essential oil. ABSTRAK Lilin aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan), yaitu penghirupan uap aroma yang dihasilkan dari beberapa tetes minyak atsiri. Lilin aromaterapi akan menghasilkan aroma yang memberikan efek terapi bila dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari efektifitas minyak atsiri daging buah pala pada beberapa konsentrasi (1%, 2%, dan 3%) terhadap kesukaan konsumen pada produk lilin aromaterapi yang dihasilkan (letak titik sumbu, kesukaan terhadap warna, tekstur, aroma lilin sebelum dan setelah dibakar). Penentuan kesukaan konsumen menggunakan uji organoleptik dengan 20 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri daging buah pala sampai konsentrasi 2% menyebabkan kesukaan panelis terhadap lilin aromaterapi semakin tinggi. Minyak atsiri daging buah pala tergolong minyak hardly (keras) dalam aromaterapi, sehingga pada konsentrasi 3% menurunkan kesukaan panelis terhadap lilin karena aromanya sangat kuat. Kata Kunci: Lilin aromaterapi, daging buah pala, kesukaan konsumen, minyak atsiri.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.