KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN CINCAU HITAM (Mesona palustris BL.) DAN GLISEROL

Aura Fatimah Dyah Pitaloka, Ratna Yulistiani, Riski Ayu Anggreini

Abstract


Daun cincau hitam merupakan salah satu tanaman yang mengandung komponen pembentuk gel berupa pektin. Pektin merupakan hidrokoloid yang dapat digunakan sebagai bahan edible film karena kemampuan gelasinya. Edible film ekstrak daun cincau hitam memiliki tekstur yang kokoh namun kurang elastis, sehingga diperlukan penambahan gliserol sebagai plasticizer yang dapat meningkatkan elastisitas dari edible film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik antara konsentrasi ekstrak daun cincau hitam dan konsentrasi gliserol terhadap karakteristik edible film. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor  dan tiga ulangan. Faktor I konsentrasi ekstrak daun cincau hitam (15%, 30%, 45%) dan faktor II konsentrasi gliserol (0,5%; 1,0%; 1,5%). Data dianalisis menggunakan Analisys of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata (p≤0,05) antara perlakuan konsentrasi ekstrak daun cincau hitam dengan konsentrasi gliserol terhadap kelarutan, tetapi tidak terdapat interaksi nyata (p≥0.05) terhadap laju transmisi uap air, ketebalan, kuat tarik, elongasi, dan kecerahan. Perlakuan terbaik yaitu konsentrasi ekstrak daun cincau hitam 15% dan konsentrasi gliserol 1,0%  dengan laju transmisi uap air 3,50 g/m2/hari; ketebalan 0,08 mm; kelarutan 33,13%; kuat tarik 0,50 Mpa; elongasi 8,79%; dan kecerahan 54,20.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.