PEMANFAATAN BUBUK KULIT BATANG MANGROVE JENIS BAKAU HITAM UNTUK PENGAWETAN UDANG PUTIH PADA PENYIMPANAN DINGIN

Dinar Cahyaning Rhamadhan, Sri Winarti, Ratna Yulistiani

Abstract


Udang putih (Panaeus merguiensis) merupakan bahan pangan perikanan yang mudah rusak (highly perishable) yang diakibatkan adanya mikroorganisme. Pengawetan dengan bahan alami telah menjadi solusi untuk mengawetkan udang, salah satunya dapat diperoleh dari tumbuhan mangrove jenis bakau hitam. Bakau hitam (Rhizophora mucronata) merupakan tanaman yang tumbuh subur dikawasan pesisir pantai dan memiliki senyawa fitokimia yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan pengawet alami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi terbaik larutan bubuk kulit batang bakau hitam dan lama penyimpanan terhadap kualitas udang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dua kali ulangan. Faktor I adalah konsentrasi larutan bubuk kulit batang bakau hitam (0%, 6%, 12% dan 18%) (b/v) dan faktor II adalah lama penyimpanan (0 hari, 3 hari, 6 hari dan 9 hari). Data analisa menggunakan ANOVA taraf 5%, jika ada perbedaan dilanjutkan dengan Uji DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan konsentrasi larutan bubuk kulit batang bakau hitam 18% dan lama penyimpanan 3 hari yang berpengaruh terhadap kualitas udang putih yaitu total mikroba 5,312 log CFU/g; kadar air 76,245%; TVBN 21,85 mg/100g; TMA 2,11 mg/100g dan pH 6,77.

Kata kunci : larutan bubuk kulit batang bakau hitam, udang putih, lama penyimpanan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.