APLIKASI MEMBRAN KITOSAN DARI CANGKANG UDANG WINDU (Penaeus monodon) UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN SARI BUAH JERUK MANIS (Citrus sinensis)

Sri Wahyuni

Abstract


Kitosan dapat dimanfaatkan dalam pengawetan pangan untuk memperpanjang masa simpan sari buah jeruk sebagai pengganti pengawet kimia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui kualitas kitosan yang digunakan sebagai membran yang berfungsi sebagai anti mikroba guna memperpanjang umur simpan sari jeruk manis. Penentuan berat molekul kitosan menggunakan metode viskositas. Penentuan derajat deasetilasi kitosan menggunakan metode spektroskopi inframerah. Penelitian ini menggunakan  2 perlakuan yaitu konsentrasi membran kitosan (1%, 1,5%, 2%) dan lama penyimpanan (7 hari,  14 hari, 21 hari, 28 hari). Hasil penelitian menunjukkan kadar air dan kadar abu kitosan dari udang windu (Penaeus monodon) berturut-turut adalah 3,347% dan 0,167%. Kitosan tidak larut dalam air, etanol, dan n-heksan, sedikit larut dalam HCl 5 N dan larut dalam asam asetat 1M dengan berat molekul 2,3 x 105  Da dan derajat deasetilasi kitosan sebesar

68,59%. Hasil penelitian menunjukkan, sari buah jeruk setelah ditambahkan membran kitosan memiliki umur simpan sampai hari ke-14 dengan konsentrasi membran kitosan yang optimal untuk menghambat pertumbuhan mikroba sebesar 1,5%.

Kata Kunci : Kitin, kitosan, membran, sari buah jeruk manis


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.