Pengaruh Penambahan Puree Kacang Polong (Pisum Sativum L) Terhadap Sifat Fisik, Kandungan Gizi Kwetiau Basah dan Daya Terima Konsumen

Lisa Mulyawan, Rina Febriana, Sachriani Sachriani

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan puree kacang polong pada pembuatan kwetiau basah terhadap kualitas fisik, kandungan gizi dan daya terima konsumen pada aspek (warna, rasa, aroma, kelembutan, kehalusan, kekenyalan, keelastisitas dan kelengketan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah kwetiau basah penambahan bubur kacang polong dengan persentase 50%, 60%, dan 70%. Metode analisis data yang digunakan adalah uji anova untuk menguji sifat fisik pada aspek elastisitas dan daya serap air dan tes kesukaan oleh 25 panelis tidak terlatih dengan menggunakan uji fridmen, jika terdapat perbedaan maka akan dilanjutkan dengan uji tuckey. Penilaian fisik menunjukkan kwetiau basah penambahan puree kacang polong 50% memiliki keelastisan tertinggi dibandingkan dengan sampel lainnya, dan kwetiau basah penambahan puree kacang polong 70% memiliki daya serap air tertinggi disbandingkan dengan sampel lainnya. Hasil tes kesukaan menunjukan kwetiau basahn penambahan puree kacang polong 50% merupakan produk yang paling disukai pada hampir semua aspek dengan rentan nilai 3,76 hingga 4,40. Sedangkan kwetiau basah penambahan puree kacang polong sebesar 60% memiliki rata-rata tertinggi pada aspek warna dan kelembutan dengan rentan skor 4,08 hingga 4,40. Berdasarkan hasil uji Friedman dengan perbedaan signifikan α=0,05 menyatakan terdapat pengaruh penambahan puree kacang polong pada aspek rasa, kekenyalan dan keleastisan. Hasil uji Tuckey menunjukan bahwa kwetiau basah penambahan puree kacang polong 50% adalah yang disukai konsumen. Pada sampel kwetiau basah terpilih memiliki kandungan protein tinggi sebesar 18,07% dan mengandung lemak yang rendah sebesar 4,26%.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jstp.v6i4.18442

Refbacks

  • There are currently no refbacks.