KAJIAN IN VITRO KHASIAT EKSTRAK ETANOL DARI MINUMAN TEH LANSAU KHAS SUKU MUNA

Suryani Suryani, Henny Kasmawati, Ruslin Ruslin, Gede Yogi Prana Wardana, Vica Aspadiah

Abstract


ABSTRACT
Lansau is a traditional medicinal herb of the Muna tribe consisting of 44 types of medicinal plants. Application of Lansau in the Muna community empirically can overcome various degenerative diseases such as diabetes, hypertension, improvement of kidney function, and other degenerative diseases. This study aimed to analyze the safety of Lansau medicinal herb using an acute toxicity test for ethanol extract of Lansau medicinal herb through the calculation of LD50 (Lethal dose 50) value and histopathological observation of the lung, liver, and kidney of the male Wistar strain. Twenty-five male Wistar rats were divided into five groups namely KN group (0.5% NaCMC), LS1 group (28.6 mg/kgbw), LS2 group (57.2 mg/kgbw), LS3 group (114.4 mg/kgbw), and LS4 group (228.8 mg/kgbw). The Lansau extract was given through a single oral route and then the behavior and motoric activity of rats were observed from days 0-14. The results show that no animals died until 14-day of all dosage groups; thus, the LD50 (Lethal dose 50) value could not be concluded yet. Observation of behavior and motoric activity shows some decrease in the activity of rats (grooming, looking up and down, hanging, urinating, defying, etc.). Histopathological data of the lungs show that the lungs were still normal while histopathological data of the liver show necrosis in the LS4 group. The histopathological data of the kidney show normal conditions.
Keywords: Acute Toxicity Test, Lansau, LD50.
ABSTRAK
Lansau adalah ramuan obat tradisional khas suku Muna yang terdiri dari 44 jenis tanaman obat. Penggunaan Lansau dimasyarakat Muna secara empiris mampu mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes Militus, Hipertensi, Perbaikan fungsi Ginjal dan penyakit degeneratif lainnya. Untuk mengetahui keamaman penggunaan ramuan obat Lansau maka dilakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol ramuan obat Lansau melalui perhitungan nilai LD50 (Lethal dose 50) dan pengamatan histopatologi organ paru-paru, hati dan ginjal tikus putih jantan galur wistar. Tikus jantan wistar yang digunakan berjumlah 25 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok KN (NaCMC 0,5%), kelompok LS 1 (28,6 mg/kgbb), kelompok LS 2 (57,2 mg/kgbb), kelompok LS 3 (114,4 mg/kgbb) dan kelompok LS 4 ( 228,8 mg/kgbb ). Pemberian sediaan ekstrak etanol Lansau diberikan melalui rute peroral dengan dosis tunggal kemudian diamati Perilaku dan aktivitas motorik tikus dari hari 0-14. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hewan yang mati hingga hari ke-14 dari semua kelompok dosis sehingga nilai LD50 (Lethal dose 50) belum dapat disimpulkan. Pengamatan perilaku dan aktivitas motorik menunujukan beberapa penurunan respon keaktifan tikus (Grooming, menengok atas dan bawah, menggantung, urinasi, defikasi dan lain-lain). Data hasil histopatologi organ paru-paru menunjukan organ paru-paru masih normal, data histopatologi organ hati menunjukan terjadinya nekrosis pada kelompok LS 4, data hitopatologi organ ginjal menunjukan keadaan normal.
Keyword: Lansau, LD50,Uji Toksisitas Akut


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.