SIFAT ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN AKWAY (Drimys piperita) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus DAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

Gino Nemesio Cepeda, Meike Meilan Lisangan, Isak Silamba, Nitia Nilawati, Eka Syartika

Abstract


ABSTRACT
Akway (Drimys piperita Hook f.) is an aromatic plant belonging to the Winteraceae family. This plant is used as a medicinal plant to treat malaria and increase vitality. The purpose of this study was to evaluate the antibacterial properties of the ethanol extract of akway leaves at several levels of concentration, heating time at 100 °C, pH, and sodium chloride content. Antibacterial properties were tested using an agar well diffusion method of two bacterial strains, namely Bacillus cereus ATCC10876 and Staphylococcus aureus ATCC25923. The results show that the ethanol extract of Akway leaves could inhibit the growth of B. Cereus and S. aureus with a minimum inhibitory concentration of 0.78% and 0.69%, respectively. Increasing the extract concentration tends to increase the antibacterial properties. The heating time for 25 minutes at a temperature of 100 °C, pH level 4-8.5, and sodium chloride concentration up to 5% had no significant effect on the antibacterial properties of the ethanol extract of Akway leaves.
Keywords: antibacterial properties, ethanol extracts, Drimys piperita leaves.
ABSTRAK
Akway (Drimys piperita Hook f.) merupakan tumbuhan aromatik yang termasuk dalam keluarga winteraceae. Tumbuhan ini digunakan sebagai tumbuhan obat untuk mengobati malaria dan meningkatkan vitalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat antibakteri ekstrak etanol daun akway pada beberapa tingkat konsentrasi, waktu pemanasan pada suhu 100°C, pH dan kandungan sodium klorida. Pengujian sifat antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode agar well diffusion terhadap dua galur bakteri, yaitu Bacillus cereus ATCC10876 and Staphylococcus aureus ATCC25923. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun akway dapat menghambat pertumbuhan B. Cereus dan S. aureus dengan konsentrasi hambat minimum masing-masing sebesar 0,78% dan 0,69%. Peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan sifat antibakteri ekstrak. Waktu pemanasan selama 25 menit pada suhu 100°C, level pH 4-85 dan konsentrasi sodium klorida sampai 5% tidak berpengaruh nyata pada sifat antibakteri ekstrak etanol daun akway.
Kata kunci: sifat antibakteri, ekstrak etanol, daun Drimys piperita.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.