Editorial Policies

Focus and Scope

Jurnal Ilmu Keolahragaan (JOKER) merupakan open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit.


Diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo pada tahun 2019.


JOKER Jurnal Ilmu Keolahragaan adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope berkiatan dengan Ilmu Keolahragaan, ilmu Kepelatihan, Ilmu Kesehatan, Pola Hidup Sehat, Ilmu Pengajaran keolahragaan.

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

setiap artikel yang dikirim pada JOKER (JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN)  akan ditinjau oleh Dewan Editor menggunakan sistem double blind review. Artikel yang dikirim harus sesuai dengan fokus dan scope jurnal serta template, jika tidak memenuhi kriteria tersebut, artikel akan ditolak. Untuk artikel yang lolos oleh editor akan diteruskan kepada Reviewer untuk ditinjau. Proses evaluasi keseluruhan artikel membutuhkan waktu selama 8 minggu. Dewan editor akan menentukan keputusan dengan mempertimbangkan hasil Reviewer dengan ketentuan hasil: ditolak, revisi mayor, revisi minor, dan diterima. 

 

Publication Frequency

Norma etika yang harus dipatuhi pada publikasi JOKER (Jurnal Ilmu Keolahragaan) berpedoman pada COPE (Committee On Publication Ethics) yaitu sebagai berikut:

1. Penulis

  • Penulis harus menegakkan perilaku ilmiah, memahami risiko dan manfaat dari artikel yang dipublikasi.
  • Peneliti harus mempresentasikan hasil penelitiannya dengan jujur, tanpa pemalsuan dan manipulasi data.
  • Naskah harus mengikuti pedoman penulisan JOKER (jurnal Ilmu Keolahragaan) yang dapat dilihat pada templat jurnal.
  • Artikel harus relevan dengan topik  JOKER (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
  • Artikel tidak menghasilkan konflik kepentingan dengan pihak tertentu.
  • Penulis yang tercantum dalam artikel benar-benar kompeten dan memiliki kontribusi yang signifikan dalam bidangnya.
  • Jika penulis menemukan kesalahan yang signifikan atau ketidaktepatan dalam naskah yang diajukan, maka penulis harus segera memberitahukan editor jurnal dan bekerja sama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki naskah tersebut.
  • Penulis dilarang melakukan publikasi ulang artikel atau bagian dari artikel, mengirimkan ke satu atau lebih jurnal lainnya pada saat bersamaan mengirim artikel di JOKER  (Jurnal Ilmu Keolahragaan). Penulis diperbolehkan jika mendapat penolakan artikel dari pimpinan/editor  JOKER  (Jurnal Ilmu Keolahragaan).

2. Editor

  • Editor dapat menerima, menolak, atau meminta perubahan pada naskah berdasarkan hasil rekomendasi reviewer. Editor juga dapat berunding dengan pimpinan redaksi dalam membuat keputusan publikasi atikel.
  • Editor mengevaluasi bahwa setiap naskah awal bersifat orisinalitas. Editor harus mengatur naskah secara adil dan bijak.
  • Editor memilih reviewer sesuai keahliannya dengan memperhatikan jenis penelitian dari artikel yang dikirimkan penulis.
  • Editor harus memastikan bahwa informasi mengenai manuskrip yang disampaikan oleh penulis dijaga kerahasiaannya.

 3. Reviewer

  • Informasi mengenai manuskrip yang disampaikan oleh penulis harus dijaga kerahasiaannya dan diperlakukan sebagai informasi yang istimewa.
  • Reviewer harus memastikan bahwa penulis telah mengakui semua sumber data yang digunakan dalam penelitian.
  • Reviewer harus mengidentifikasi karya yang diterbitkan yang relevan dengan topik JOKER  (Jurnal Ilmu Keolahragaan) dan belum pernah digunakan oleh penulis lainnya.
  • Review naskah yang diajukan harus dilakukan secara objektif dan review harus mengungkapkan pandangan dengan jelas dengan argumen pendukung yang cukup.
  • Reviewer harus konstruktif dalam ulasannya dan memberikan umpan balik untuk membantu para penulis dalam memperbaiki naskahnya.
  • Reviewer harus merespon naskah penulis dalam jangka waktu yang tepat  

 

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.