PENGARUH PENAMBAHAN GARAM YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KESEGARAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis)

Lia Mitra, Haslianti Haslianti, Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno

Abstract


Effect of Different Additions of Salt on Freshness of Skipjack Fish (Katsuwonus pelamis)

 

ABSTRACT

         The aim of this study was to determine organoleptic changes, water content, pH, TPC of skipjack tuna with different handling methods. This study used a Randomized Block Design (RBD) with 2 treatment factors, the first treatment factor of adding salt consisting of 2 levels, 10% salt (P0) and 15% salt (P1). The second treatment factor is storage time which consists of 3 levels, H1 (1 day), H2 (2 days), and H3 (3 days). Organoleptic tests include gills, mucus, eyes, texture and aroma. while chemical tests include water content, pH and TPC. The results of the organoleptic test on the best treatment gill parameter P1H1 with a value of 8,16, mucus with a value of 8.16, eyes with a value of 8,12, aroma with a value of 8,04 and the best treatment texture at P0H1 value of 8,04. While the chemical test of water content was in the P1H1 treatment with a value of 71,74%, the lowest treatment in the P0H1 with a value of 71,16%. The highest value of pH parameters in the P1H1 treatment with a value of 5,84%, the lowest treatment at P0H1 with a value of 5,64%. The highest value of TPC parameters in the P0H1 with a value of 4.67 × 105 CFU/g and the lowest value in the P1H1 with a value of 4.29 × 105 CFU/g.

 

Keywords: addition of salt, the freshness of fish, organoleptic test, skipjack fish, TPC.


ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan organoleptik, kadar air, pH, TPC ikan cakalang dengan metode penanganan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor perlakuan pertama penambahan garam yang terdiri dari 2 taraf yaitu penambahan garam 10% (P0) dan penambahan garam 15 % (P1). Faktor perlakuan kedua adalah waktu penyimpanan yang terdiri dari 3 taraf yaitu H1 (1 hari), H2 (2 hari), dan H3 (3 hari). Uji organoleptik meliputi insang, lendir, mata, tekstur dan aroma. sedangkan uji kimia meliputi kadar air, pH dan TPC. Hasil penelitian uji organoleptik pada pameter insang perlakuan terbaik P1H1 dengan nilai sebesar 8,16, lendir dengan nilai sebesar 8,16, mata dengan nilai sebesar 8,12,aroma dengan nilai sebesar 8,04 dan tekstur dperlakuan terbaik pada P0H1 nilai sebesar 8,04. Uji kimia nilai tertinggi uji kimia yaitu kadar air terdapat pada perlakuan P1H1 dengan nilai sebesar 71,74%, perlakuan terendah pada perlakuan P0H1 dengan nilai sebesar 71,16%. Parameter pH nilai tertinggi pada perlakuan P1H1 dengan nilai sebesar 5,84%, perlakuan terendah pada P0H1 dengan nilai sebesar 5,64%. Parameter TPC nilai tertinggi pada perlakuan P0H1 dengan nilai sebesar 4,67 × 105 CFU/g dan nilai terendah pada perlakuan P1H1 dengan nilai sebesar 4,29 × 105 CFU/g.

Kata kunci: Ikan cakalang, kesegaran ikan, penambahan garam, TPC, uji organoleptik.



Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.