Analisis Spasial Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Dan Potensi Biomassa Di Kota Baubau

Ikkarnila Ikkarnila, Djafar Mey, Fitra Saleh

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakkan luas Ruang Terbuka Hijau dan menganaslisis potensi biomassa RTH Kota Baubau.Metode penelitian dilakukan dengan menginterpretasi citra Google Earth untuk analisis penggunaan lahan dan citra LANDSAT 8 digunakan untuk analisis kerapatan vegetasi untuk menghitung potensi biomassa di Kota Baubau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting ruang terbuka hijau (RTH) berdasarkan luas wilayah terdapat dua kecamatan yang belum memenuhi proporsi RTH sebesar 30% yaitu kecamatan Batupurao dan kecamatan Murhum.Kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah di Kota Baubau masing-masing 8.821,41 ha dan 5,01 ha. Potensi biomassa RTH pada masing-masing tingkat kerapatan memeiliki perbedaan dengan nilai kerapatan tertinggi 1.822.453,52 ton. Kebutuhan RTH di Kota Baubau berdasarkan jumlah penduduk sesuai dengan standar pada ketetapan PERMEN PU No. 5 Tahun 2008 bahwa ketersediaan RTH masih terpenuhi.

Kata Kunci :Citra sateit, Ruang Terbuka Hijau, Biomassa

DOI : 10.5281/zenodo.2658244


Full Text:

PDF

References


Arhatin, R. E. 2007. Pengkajian Algoritma Indeks Vegetasi dan Metode Klasifikasi Mangrove dari Data Satelit Landsat-5 Tm dan Landsat-7 Etm+ : Studi Kasus di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Kota Baubau Dalam Angka2015. Kota Baubau: Badan Pusat Statistik Kota Baubau

Brown, S. 1997. Estimating Biomassa and Biomassa Change Of Tropical Forests: Primer. (FAO Forestry Paper - 134). FAO, Rome.

Deka, Y. R. 2009. Penggunaan Sistem Informasi Geografis Pada Data Spasial dan Data Atribut. Jakarta: Fakultas Ilmu Computer, Tenik Informatika Universitas Pembangunan.

Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan.Jakarta: DEPDAGRI.

______. 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.Jakarta(id): DEPDAGRI.

Hairiah, K dan Rahayu, S. 2007. Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan.World Agroforestry Centre.Bogor :ICRAF Southeast Asia Regional Office.

IPCC, 1995.Good Practice Guidance for Land Use, Land-Use Change and Forestry. Intergovernmental Panel on Climate Change National Greenhouse Gas Inventories Programme.

Jaya, I.N.S. 2005. Analisis Citra Digital: Perspektif Penginderaan Jauh Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Prahasta, E. 2005. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis, Cetakan Kedua. Bandung: CV Informatika.

Rasnawati, Hanafi ST. 2013.Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Kendari [tesis].Kendari (id): Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah UHO.

Saripin, I. 1999. Identifikasi Penggunaan Lahan dengan Menggunakan Citra Landsat Thematic Mapper.Bogor: Buletin Teknik Pertanian Institut Pertanian Bogor Vol. 8. No. 2, 2013.

Sutanto.1986. Penginderaan Jauh Jilid 1. Yogyakarta (id): Gadja Mada University Press.

Sutaryo, D. 2009. Penghitungan Biomassa (Sebuah Pengantar untuk Studi Karbon dan Perdagangan Karbon). Bogor: Wetlands International Indonesia Programme




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jagat.v1i1.6340

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33772/jagat.v1i1.6340.g4632

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Editor:

Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian 
Jalan H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo

Website:http://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/index
E-mail: jurnal_jagat@uho.ac.id
------------------------------------------------------------------