Analisis Potensi Ekowisata Bahari Kecamatan Tiworo Utara Kebupaten Muna Barat Di Tinjau Dari Fisiknya

Sri Narni Sari, Weka Widayati, Nurgiantoro Nurgiantoro

Abstract


Abstrak:Wisata bahari merupakan salah satu program unggulan dan prioritas dalam pembangunan kepariwisataan nasional dengan arah pengembangan. Potensi pariwisata Kabupaten Muna Barat yang dikembangkan mencakup wisata bahari, yaitu Pulau Indo, Pulau Tasipi dan Pulau Santiri yang merupakan pulau-pulau kecil yang terletak Kecamatan Tiworo Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengamati dan mengidentifikasi potensi wisata bahari di Pulau Indo, Pulau Tasipi dan Pulau Santiri ditinjau dari fisik wilayahnya.Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitaf dengan cara menjelaskan atau mendeskripsikan hasil identifikasi potensi wisata bahari di Pulau Indo, Pulau Tasipi dan Pulau Santiri berdasarkan fisik wilayahnya, yaitu:(1) TotalSuspended Solid(TSS); (2) Kerapatan vegetasi; (3) Kemiringan lereng; (4) Land Surface Temperature (LST). Hasil penelitian ini antara lain: (1) berdasarkan analisis TSS pada wilayah penelitian memiliki kadar nilai TSS berkisar antara 8,51 mg/l sampai dengan 26,40 mg/l; (2) Kondisi vegetasi pada lokasi penelitian termasuk dalam kategori baik dengan kondisi vegetasi kerapatan cukup rapat yang mencapai luasan 2.240,07 ha; (3) Wilayah pulau-pulau pada lokasi penelitian memiliki bentuk lahan relatif datar dengan didominasi kemiringan 3-8% dengan persentase 67,73% dari total luas wilayah; (4) Suhu daratan pada lokasi penelitian wilayah kepulauan Tiworo Utara memiliki suhu daratan berkisar antara 20,8oC – 22,6oC, dengan kondisi suhu ini baik untuk kenyamanan pengunjung berdasarkan indeks kenyamanan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwaKepulauan Tiworo Utara masih sangat baik sebagai wilayah pengembangan ekowisata bahari

 

Kata Kunci: Potensi Wisata Bahari, TSS, LST, Kerapatan Vegetasi dan KemiringanLereng.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, S. 2000. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor .

Delarizka, Almira. 2016. Analisis Fenomena PulauBahang (Urban Heat Island) Di KotaSemarang Berdasarkan Hubungan AntaraPerubahan Tutupan Lahan Dengan SuhuPermukaan Menggunakan Citra MultiTemporal Landsat.Semarang :Jurnal Geodesi UNDIP Vol.5, No.4.p:165-177 .

Effendi, H. 2003.Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan. Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Fandeli, C., dan Mukhlison. 2000. Pengusahaan Ekowisata.Yogyakarta : Fakultas Kehutanan UGM.

Santosa, H., 2013, Harmonisasi Pariwisata Berkelanjutan Wakatobi Melalui Program Destinastion Management Organization (DMO) Buletin Napoleon ,p:1-4.

Umagapi Darman dan Ambarita Arisandy, 2018.Sistem Informasi Geografis Wisata Bahari pada Dinas Pariwisata Kota Ternate. Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Politeknik Sains dan Teknologi Wiratama. Volume 1, No 2, p:59-69.

Wardana, 2017.potensi dan strategi pengembangan pariwisata di kabupaten pesisir barat. Skripsi pemerintahan universitas lampung. Bandar Lampung.

Yulianda F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Seminar Sains Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.IPB Bogor.21 Februari2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jagat.v4i2.13130

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33772/jagat.v4i2.13130.g10396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Editor:

Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian 
Jalan H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo

Website:http://ojs.uho.ac.id/index.php/jagat/index
E-mail: jurnal_jagat@uho.ac.id
------------------------------------------------------------------