Relasi Kuasa-Pengetahuan dalam Sistem Ketatanegaraan di Kerajaan Konawe Abad Ke-XVII: Telaah Epistemologi Siwole Mbatohu

Idaman Idaman

Abstract


Siwole Mbatohu adalah konseptual politik di kerajaan Konawe, terutama di era Mokole Tebawo (Sangia Inato). Pembagian beberapa daerah otonom dengan cara ketahanan politik dan ekonomi atas wilayah kerajaan Konawe. Wilayah Siwole Mbatohu adalah: Wilayah bagian barat kerajaan Konawe yang disebut Tambo i Tepuli, ano Oleo yang berkedudukan di Latoma dipimpin oleh Sabandara, wilayah bagian Timur kerajaan Konawe yang disebut tambo i Losoano Oleo berkedudukan di Ranomeeto yang dipimpin oleh Sapati, wilayah bagian Kanan (Utara) kerajaan Konawe yang disebut Bharata i Hanano Wuta Konawe yang berkedudukan di Tongauna dipimpin oleh Ponggawa, dan wilayah bagian kiri (Selatan) kerajaan Konawe yang disebut Bharata i Moerino Wuta Konawe berkedudukan di Asaki yang dipimpin Inowa.

Beberapa manuskrip Siwole Mbatohu hanya berjuang untuk menganalisis pertahanan keamanan. Para penulis menyatakan bahwa pembagian wilayah oleh Mokole adalah pertahanan keamanan kerajaan Konawe, walaupun jika dikaji, terutama dari penggunaan hubungan kekuasaan (power/knowledge), terlihat jelas bahwa pembagian wilayah dilakukan dalam rangka mempertahankan kekuasaan. Itu adalah alasan historis, yaitu alasan historis, yaitu sebelum pembagian kerajaan Konawe, Inolobunggadue.

Dalam penyelidikan epistemologi, terutama epistemologi politik, konsep Siwole Mbatohu telah diproduksi untuk mengabadikan status quo, memperkuat kekuasaan, dan mengendalikan kekuasaan di empat kerajaan kecil, yaitu sayap dan gerbang. Hubungan ini dibangun untuk melegitimasi kekuatan pusat kerajaan Konawe sebagai entitas silsilah yang terhubung dengan wilayah lain di Siwole Mbatohu. Penyebutan Mokole Tebawo, dan bahkan raja-raja Konawe pra-Islam sebagai sangia (dewa) menunjukkan bahwa mol adalah perwujudan dewa, simbol kekuatan, tempat peristirahatan yang paling otoritatif untuk semua komunitas di kerajaan Konawe.


Keywords


Siwole Mbatohu; hubungan kekuasaan/pengetahuan; epistemologi; status quo

Full Text:

PDF

References


Abidin, Andi Zainal, Kapita Selecta Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Ujungpandang: Hasanuddin University Press, 1999.

__________. “Notes on the Lontara’ as Historical Sources”. Indonesia, No. 12 (Oktober) 1971. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project, 1971.

Absori, Kelik Wardiono dan Saepul Rochman. Hukum Profetik: Kritik Terhadap Paradigma Hukum Non-Sistematik. Yogyakarta: Genta Publishing, 2015.

Ahimsa Putra, Heddy Shri. Minawang: Hubungan Patron Klien di Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1988.

Andrews, William G. Constitutions and Constitutionalism 3rd edition. New Jersey: Van Nostrand Company, 1968.

Asshiddiqie, Jimly Konstitusi dan Hukum Tata Negara Adat. Disampaikan sebagai bahan Keynote Speech pada Seminar Nasional tentang Konstitusi Kesultanan-Kesultanan Islam di Jawa Barat dan Banten. UIN Gunung Djati, Bandung, 5 April 2008.

Bhurhanuddin, B. dkk. Sejarah kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarh dan Budaya Proyek Penelitian dan pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978/1979.

Dilthey, William. Dilthey: Selected writings, diedit oleh H.P Rickman, Cambridge: Cambridge University Press, 1976

Fadli, Moh. dkk, Pembentukan Peraturan Desa Partisipatif (Head To A Good Village Governance), UB Press, Malang, 2011.

Foucault, Michael. Discipline and Punish. Middlesex: Penguin Books, 1985.

__________. Histoire de la sexualité I. La volonté du savoir, Paris: Gallimard, 1976.

__________. Power/Knowledge (Selected Interviews and Other Writings 1972-1977). Sussex: The Harvester Press, 1980.

__________. Surveiller et punir. Naissance de la prison, Paris: Gallimard, 1975.

Freeman, M.D.A. Lloyd’s Introduction to Juricprudence, Seventh Edition, London: Sweet & Maxweel Ltd., 2001.

Giddens, Anthony. Sociology. UK: Polity Press, 1997.

Habermas, Jurgen, The Theory of Communicative Action, volume 2, System and Lifeworld: A Critique of Functionalist Reason. Boston, MA: Beacon Press, 1987.

Hardiman, Fransisco Budi, Kritik Ideologi: Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1990.

__________. Demokrasi Deliberatif: Menimbang ’Negara Hukum’ dan ’Ruang Publik’ dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2009.

Haryatmoko. “Kekuasaan-Pengetahuan Sebagai Rezim Wacana Sejarah Seksualitas: Sejarah Pewacanaan Seks & Kekuasaan Menurut Foucault” Makalah Seri Kuliah Umum Juni 2010, Makalah Disampaikan dalam Seri Kuliah Umum “Tentang Seksualitas” di Komunitas Salihara, Sabtu 12 Juni 2010.

Hoernie, R.F.A., Studies in Philosophy, London: George Allen & Unwin Ltd., 1952

Hospers,J., An Introduction to Philosophical Analysis, Englewood Cliffs: Prentice-Hall, 1967.

Ismi, Hayatul, “Pengakuan dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat atas Tanah Ulayat dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional”, Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 2, 2 Februari 2012.

James H. Morrison. “Perspektif Global Sejarah Lisan di Asia tenggara” dalam P. Lim Pui Huen et. Al (ed.), Sejarah Lisan di Asia Tenggara: Teori dan Metode. Jakarta: LP3ES, 2000.

Kruijt A.C. ’Een en ander over de Tolaki van Mekongga’, dalam Tijd., LXI., 1922.

Kruijt, A.C dan J. Kruijt. ’Reise naar Kolaka’ dalam TNAG, XXXVIII, 1921.

Mattulada, H.A. Latoa, Suatu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik orang Bugis. Disertasi UI Jakarta, 1975.

Merquior, José-Guilherme, Foucault ou le nihilisme de la chaire, Paris: PUF, 1985.

Michele, Doherty. Jurisprudence: The Philosophy of Law, 2nd ed., London: Old Bailey Press, 2001.

Mintaredja, Abbas Hamami. Kebenaran; Suatu problema filsafat pengetahuan. Bahan kuliah. Yogyakarta: Fakultas Filsafat UGM, 2009.

Noorduyn, J. ”Origins of South Celebes Historical Writing” dalam Soedjatmoko et al.,(ed.), An Introduction to Indonesian Historiography. 3th edition. Ithaca and London: Cornell University Press, 1975.

Reimann, Mathias. The Historical School Against Codification: Savigny, Carter, and the Defeat of the New York Civil Code, 37 AM. J. COMP. L. 95, 97-98. 1989.

Santasombat, Yos. ”Sejarah Lisan dan Potret Diri” dalam P. Lim Pui Huen et. Al (ed.), Sejarah Lisan di Asia Tenggara: Teori dan Metode. Jakarta: LP3ES, 1989

Sarasin, P dan F. ‘Reise von der Mingkoka-Bai nach Kendari, Sudost Celebes’ dalam Reisen in Celebes, Wiesbaden, 1905.

Su’ud, Muslimin. Peranan Kepemimpinan Kelembagaan Adat Kalosara dalam Pembinaan Tertib Sosial dan Tertib Hukum untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap Pembangunan Masyarakat Pedesaan di Kabupaten daerah Tingkat II Kendari. Laporan Penelitian. Kendari: Balai Penelitian Universitas Haluoleo, 1992.

Tafsir, Ahmad, Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales sampai James. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1994.

Tarimana, Abdurrauf, dkk. Dokumenta Historica DPRD TK I Sulawesi Tenggara. Kendari, 1978.

Tarimana, Abdurrauf, Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka, 1993.

Tawulo, Asrul, dkk. Pranata Kepemimpinan Tusa wuta dalam Sistem Pertanian Masyarakat Tolaki di Kabupaten Kendari. Laporan Penelitian. Kendari: Balai Penelitian Universitas Haluoleo, 1991.

Treffers, F. ’Drie verhalen afkomstig van de Tolaki’, dalam Tijd., L.V., 1913.

Vonk, J. Verstelg von Sangia Inato dochter von wasangguni & Tawe Niroekoe, 1928.

White, A.R. Truth; Problem in Philosophy, New York: Doubleday&Co, 1970.

Yamin, Muhammad. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945, Djilid Pertama, Jakarta: Siguntang, 1959.




DOI: http://dx.doi.org/10.33561/holrev.v3i1.6076

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Halu Oleo Law Review

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


HALU OLEO LAW REVIEW (ISSN: 2548-1762 | e-ISSN: 2548-1754)
has been covered by the following indexers: